Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Tolak Tuduhan Tanpa Bukti, PT Kristalin Ekalestari Tegaskan Kepatuhan Regulasi

    6 Juli 2026

    Peringati Hari Kelautan Nasional, Arif Rahman Ajak Jaga Laut demi Masa Depan

    4 Juli 2026

    Budaya Kota Serang Bersinar di Kancah Nasional, Raih Juara III Pentas Seni APEKSI

    3 Juli 2026

    Tuntaskan Masalah Sampah, Pemkot Serang Optimalkan Bank Sampah & Libatkan Peran Aktif Warga

    3 Juli 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Koperasi Desa Merah Putih, Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan Jatim

    Koperasi Desa Merah Putih, Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan Jatim

    Maslam Danur17 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok,
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Bantencorner.com Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta naik-turunnya harga komoditas pangan, Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai penyangga utama stabilitas nasional. Langkah-langkah strategis yang dijalankan di wilayah ini menjadi bukti nyata penerapan visi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ekonomi rakyat melalui pengolahan hasil bumi yang berpusat di desa.

    Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, menegaskan bahwa wilayah ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi barometer keberhasilan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah di tingkat pusat dan daerah kini berada di fase paling krusial untuk memajukan sektor pertanian dan kelautan agar lebih maju dan berdaya saing.

    Hilirisasi: Jangan Hanya Jadi Pemasok Bahan Mentah

    Dalam pandangannya terkait kebijakan publik, Chusni menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak boleh hanya diukur dari angka hasil panen di sawah atau hasil tangkapan di laut. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal, sehingga kesejahteraan yang dihasilkan benar-benar dirasakan langsung oleh para petani dan nelayan.

    “Kami tidak menginginkan Jawa Timur sekadar menjadi jalur keluar-masuk bahan mentah. Inti dari kedaulatan pangan itu adalah hilirisasi yang berpihak pada rakyat. Artinya, pengolahan hasil panen harus bisa dikelola sendiri oleh koperasi desa maupun pelaku UMKM setempat,” tegas Chusni saat ditemui awak media di Surabaya, Selasa (12/5).

    Ia menambahkan, kehadiran dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis yang sangat sejalan dengan arah kebijakan Presiden. Melalui koperasi yang dikelola dengan baik, rantai pasok dan distribusi yang selama ini terlalu panjang serta merugikan produsen kecil, perlahan dapat dipangkas. Menurutnya, ini adalah bentuk penataan ekonomi yang paling adil bagi masyarakat luas.

    Sebagai pimpinan komisi yang membidangi urusan ekonomi, Chusni juga menaruh perhatian besar pada upaya mengantisipasi risiko perubahan iklim. Beragam dukungan sarana pertanian seperti pompanisasi hingga mekanisasi yang digulirkan pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan penuh oleh birokrasi di daerah agar manfaatnya maksimal.

    “Jaminan ketersediaan pupuk serta modernisasi alat pertanian yang digalakkan Presiden adalah suntikan energi besar bagi perekonomian kita di Jatim. Tugas kami di legislatif adalah memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran kebijakan tersebut. Bukti nyatanya, inflasi pangan di Jatim tetap terjaga rendah, ini tandanya kerja sama ini berjalan efektif,” jelasnya.

    Pembangunan Merata, Bangkitkan Minat Generasi Muda

    Lebih jauh, Chusni memaparkan bahwa pola pembangunan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif dan merata. Berbagai program seperti pembenahan kawasan kampung nelayan hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan koperasi dinilainya sebagai langkah cerdas untuk menarik minat generasi muda agar mau berkarya dan membangun sektor produktif di desa.

    Menurutnya, pembangunan yang berpusat pada desa adalah cara terbaik agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menumpuk di wilayah perkotaan saja, melainkan menyebar hingga ke pelosok daerah.

    “Jika desa-desa di Jawa Timur kuat secara ekonomi, maka ketahanan ekonomi makro kita akan jauh lebih tangguh dan tidak mudah goyah saat menghadapi guncangan dari luar,” ucapnya.

    Bagi Chusni, seluruh langkah ini adalah amanah moral untuk memastikan terwujudnya babak baru kebangkitan ekonomi Indonesia. Ia sangat yakin, dengan arahan kepemimpinan nasional yang tegas dan pelaksanaan yang tepat sasaran di daerah, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan sesuatu yang pasti bisa diraih.

    “Jawa Timur siap menjadi penggerak utamanya. Saat Jatim kuat di sektor pangan dan ekonomi, maka pondasi Indonesia untuk berdiri tegak dan mandiri akan semakin kokoh dan nyata adanya,” pungkasnya.

    Koperasi Desa Merah Putih
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Usia 83 Tahun, H. Sanusi Dituduh Menggelapkan Hanya Karena Jaga Masjid Wakaf

    NEWS 30 Juni 2026

    Diduga Terjadi Tindakan Premanisme di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

    Budaya Kota Serang Bersinar di Kancah Nasional, Raih Juara III Pentas Seni APEKSI

    DPW PBJM Banten Resmi Dilantik, Siap Perkuat Khidmat dan Syiar Islam

    ‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    Recent Post

    DPW PBJM Banten Resmi Dilantik, Siap Perkuat Khidmat dan Syiar Islam

    2 Juli 2026

    Selesai 100 Persen, Bulog Siap Lanjutkan Banpang Semester II 2026

    2 Juli 2026

    ‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    1 Juli 2026

    Adde Rosi: Transformasi Digital Perbukuan Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

    30 Juni 2026

    Usia 83 Tahun, H. Sanusi Dituduh Menggelapkan Hanya Karena Jaga Masjid Wakaf

    30 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.