BANTENCORNER.COM – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Cilegon, Muachir, menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Diklatsar Banser Angkatan II yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Cilegon. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Juli 2026, di Aula Kecamatan Cilegon tersebut menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader Banser yang tangguh, disiplin, dan siap mengabdi.
Muachir menilai Diklatsar Banser bukan sekadar agenda kaderisasi rutin organisasi. Lebih dari itu, pelatihan ini merupakan proses pembentukan karakter, mental, serta jiwa pengabdian yang akan menjadi bekal setiap kader dalam menjalankan amanah organisasi di tengah masyarakat.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi ke-Ansoran, ke-Banseran, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan, serta praktik lapangan yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat persaudaraan.
Puluhan peserta yang mengikuti Diklatsar berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan secara resmi dinyatakan lulus sebagai Kader GP Ansor sekaligus anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kelulusan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengemban nilai-nilai perjuangan organisasi.
Muachir berharap para kader yang telah dilantik mampu menjaga nama baik GP Ansor dan Banser di mana pun mereka berada. Menurutnya, kader Banser harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta selalu hadir membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Selamat atas terselenggaranya Diklatsar Banser Angkatan II PAC GP Ansor Kecamatan Cilegon. Semoga seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus mampu menjadi kader yang istiqamah dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara,” ujar Muachir.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya Diklatsar bukanlah akhir dari proses kaderisasi. Justru setelah dilantik, para kader dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga kedisiplinan, serta aktif dalam setiap kegiatan organisasi maupun pelayanan sosial kepada masyarakat.
Muachir juga mengapresiasi seluruh panitia, instruktur, pengurus GP Ansor, jajaran Banser, pemerintah, para donatur, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Diklatsar merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong seluruh elemen.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama pelaksanaan kegiatan dapat terus dipertahankan untuk memperkuat proses kaderisasi GP Ansor di Kota Cilegon. Dengan kaderisasi yang berkualitas, organisasi akan semakin mampu melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian.
Diklatsar Banser Angkatan II PAC GP Ansor Kecamatan Cilegon juga menjadi bukti komitmen organisasi dalam menyiapkan kader yang siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat kebersamaan yang tercipta selama tiga hari pelatihan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Seluruh kader diharapkan terus mempererat ukhuwah, menjaga soliditas organisasi, serta menjadi garda terdepan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya Diklatsar Banser Angkatan II ini, GP Ansor Kecamatan Cilegon diharapkan semakin kuat dalam menjalankan misi kaderisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat “Satu Komando, Satu Perjuangan” menjadi pengingat bahwa setiap kader Banser memiliki tanggung jawab untuk terus mengabdi tanpa henti demi Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
