BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 78 Sumurbandung melaksanakan kegiatan observasi sekaligus kunjungan kepada kelompok petani padi dan petani timun di RW 06 RT 22 Kampung Sanding, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pada Sabtu,18 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kondisi pertanian, potensi desa, serta berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani sebagai salah satu mata pencaharian utama di Desa Sumurbandung.
Kegiatan observasi disambut dengan hangat oleh sekelompok petani padi dan Pak Juen sebagai petani timun. Dalam suasana penuh keakraban, mahasiswa KKM berdialog langsung dengan para petani untuk menggali informasi mengenai proses budidaya, tantangan yang dihadapi, hingga harapan mereka terhadap perkembangan sektor pertanian di desa.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh data lapangan sebagai dasar dalam penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga ingin mempererat hubungan silaturahmi dengan warga sehingga keberadaan KKM dapat memberikan manfaat yang nyata selama masa pengabdian di Desa Sumurbandung.

Dari hasil diskusi bersama kelompok petani padi, diketahui bahwa salah satu kendala utama yang sering dihadapi adalah serangan hama keong yang dapat merusak tanaman padi sejak masa awal pertumbuhan. Selain itu, keberadaan tikus juga menjadi ancaman yang sulit dikendalikan. Para petani menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus membutuhkan kerja sama yang lebih luas karena penyebarannya cukup cepat dan sulit ditangani secara individu.
“Kalau pupuk bersubsidi harus diambil melalui kelompok tani dan petani yang punya kartu tani. Jadi, kadang kami kesulitan ketika pupuk dibutuhkan secepatnya,” ujar salah seorang petani padi.
Para petani mengeluhkan keterbatasan dalam memperoleh pupuk. Mereka menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi hanya dapat diambil melalui kelompok tani dan petani yang memiliki kartu tani. Kondisi tersebut terkadang menjadi kendala ketika kebutuhan pupuk harus segera dipenuhi untuk menjaga pertumbuhan tanaman.
Para petani menyampaikan bahwa tanaman padi mereka kerap mengalami batang yang layu sehingga memerlukan perawatan lebih intensif. Mereka juga menjelaskan bahwa pemupukan dilakukan hingga empat kali dalam sehari sesuai kebutuhan tanaman, sementara masa panen padi umumnya dapat dilakukan setelah sekitar 35 hari sesuai dengan kondisi lahan dan pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, Pak Juen selaku petani timun turut membagikan pengalaman dalam membudidayakan tanaman timun. Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi adalah serangan hama ulat yang menyerang daun maupun buah timun. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa hama tersebut biasanya akan mati dengan sendirinya sehingga tidak selalu menimbulkan kerusakan yang berkepanjangan apabila tanaman tetap dirawat dengan baik.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 78 Sumurbandung memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pertanian di Kampung Sanding. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pemberdayaan desa.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian masyarakat Desa Sumurbandung. Di balik hasil panen yang diperoleh, para petani harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari serangan hama, keterbatasan pupuk, hingga perawatan tanaman yang membutuhkan ketelatenan dan kerja keras.
Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 78 Sumurbandung dan masyarakat Kampung Sanding. Mahasiswa berharap berbagai informasi yang diperoleh selama observasi dapat menjadi dasar untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sektor pertanian di Desa Sumurbandung.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat pengabdian mahasiswa dalam belajar langsung dari masyarakat dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik.***







