BANTENCORNER.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) TB Mahdum Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi desa melalui budidaya melon. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Desa Margasana dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian bernilai tinggi.

Budidaya melon yang dikelola BUMDes memanfaatkan lahan desa seluas sekitar 1.250 meter persegi, yang terdiri atas greenhouse seluas 300 meter persegi dan lahan terbuka sekitar 200 meter persegi. Pada dua siklus penanaman, BUMDes membudidayakan sekitar 1.400 batang melon, yaitu 800 batang pada penanaman pertama dan 600 batang pada penanaman kedua.

Dua varietas yang dibudidayakan adalah Sweet hami dan Kinanti, yang merupakan varietas melon lokal Indonesia dengan kualitas buah yang baik dan memiliki nilai jual yang menjanjikan.

Kepala Desa Margasana, H. Hatobi, mengatakan bahwa budidaya melon merupakan salah satu program unggulan desa dalam mengembangkan sektor pertanian produktif sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kami berharap budidaya melon di Desa Margasana dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Ke depan kami juga ingin memperluas lahan budidaya serta memperkuat kerja sama pemasaran agar hasil panen semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar H. Hatobi saat ditemui di lokasi budidaya, Rabu (22 Juli 2026).

Panen Perdana Jadi Momentum Promosi

Panen perdana yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga dan pengunjung datang langsung ke kebun untuk melihat proses panen, membeli buah melon, hingga merasakan pengalaman memetik sendiri buah yang telah matang.

Pengelola BUMDes, Mg Turi, menyampaikan bahwa panen perdana menghasilkan sekitar 5 kuintal melon dengan harga jual Rp35.000 per kilogram.

“Untuk saat ini kami masih dalam tahap belajar. Harapan kami ke depan hasil panennya bisa menjadi lebih baik lagi, kualitas buah semakin meningkat, dan budidaya melon ini dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Hasil panen tidak hanya dipasarkan di Desa Margasana, tetapi juga di distribusikan ke wilayah Bogor, Cilegon, dan beberapa daerah sekitarnya sebagai langkah memperluas pasar.

Dukung Pengembangan UMKM Melon

Panen perdana tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 55 Universitas Bina Bangsa. Melalui Bidang UMKM KKM Kelompok 55, mahasiswa berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Margasana dan BUMDes TB Mahdum dalam menyelenggarakan kegiatan promosi budidaya melon sebagai salah satu potensi unggulan desa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Juli 2026 tersebut bertujuan memperkenalkan UMKM budidaya melon kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal melalui strategi promosi yang lebih modern.

Mahasiswa KKM turut membantu proses dokumentasi, publikasi, pembuatan konten promosi, serta penyebarluasan informasi melalui media sosial. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas atau branding melon Desa Margasana sehingga semakin dikenal oleh banyak masyarakat dan menarik minat konsumen maupun calon mitra pemasaran.

Sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan mahasiswa KKM Kelompok 55 menjadi bentuk kolaborasi yang saling mendukung dalam mengembangkan potensi desa. Melalui promosi digital dan penyebaran informasi yang lebih luas, diharapkan hasil budidaya melon tidak hanya dikenal di Kabupaten Serang, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan penjualan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai unit usaha desa, kebun melon BUMDes juga diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata. Pengunjung nantinya tidak hanya membeli buah melon segar, tetapi juga belajar mengenai proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen.

Konsep wisata edukasi tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi Desa Margasana sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di sektor pendukung, seperti kuliner, produk UMKM, dan jasa wisata.

Pemerintah Desa Margasana optimistis budidaya melon akan terus berkembang sebagai salah satu sektor unggulan desa. Perluasan lahan, peningkatan kualitas produksi, serta kerja sama pemasaran menjadi fokus pengembangan pada masa mendatang.

“Harapan kami, BUMDes ini dapat terus berkembang melalui perluasan lahan, peningkatan kualitas hasil panen, serta kerja sama pemasaran yang lebih luas. Kami juga berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKM, dapat terus terjalin agar budidaya melon Desa Margasana semakin maju, semakin dikenal masyarakat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi warga,” tutup H. Hatobi, didampingi Pengelola BUMDes Mg Turi dan Rifki Saputra.***

Leave A Reply

Exit mobile version