BANTENCORNER.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) TB Mahdum Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi desa melalui budidaya melon. Program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa Margasana dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi. Panen perdana yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, turut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 55 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) dalam mendukung promosi UMKM budidaya melon agar semakin dikenal masyarakat luas.

Budidaya melon yang dikelola BUMDes memanfaatkan lahan desa seluas sekitar 1.250 meter persegi, yang terdiri atas greenhouse seluas 300 meter persegi dan lahan terbuka sekitar 200 meter persegi. Pada dua siklus penanaman, BUMDes membudidayakan sekitar 1.400 batang melon, yaitu 800 batang pada penanaman pertama dan 600 batang pada penanaman kedua.

Dua varietas melon yang dibudidayakan ialah Sweet Hami dan Kinanti, yang merupakan varietas melon lokal Indonesia dengan kualitas buah yang baik serta memiliki nilai jual yang menjanjikan.

Panen perdana berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga dan pengunjung datang langsung ke kebun untuk melihat proses panen, membeli buah melon, hingga merasakan pengalaman memetik sendiri buah yang telah matang.

Pengelola BUMDes, Mg Turi, menyampaikan bahwa panen perdana menghasilkan sekitar 5 kuintal melon dengan harga jual Rp35.000 per kilogram. Hasil panen tidak hanya dipasarkan di Desa Margasana, tetapi juga didistribusikan ke wilayah Bogor, Cilegon, dan beberapa daerah sekitarnya sebagai langkah memperluas pasar.

Kepala Desa Margasana, H. Hatobi, mengatakan bahwa budidaya melon merupakan salah satu program unggulan desa dalam mengembangkan sektor pertanian produktif sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kami berharap budidaya melon di Desa Margasana dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Ke depan kami juga ingin memperluas lahan budidaya serta memperkuat kerja sama pemasaran agar hasil panen semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar H. Hatobi saat ditemui di lokasi budidaya.

Sementara itu, Pengelola BUMDes Mg Turi mengungkapkan bahwa budidaya melon masih terus dikembangkan agar menghasilkan panen yang lebih baik pada masa mendatang.

“Untuk saat ini kami masih dalam tahap belajar. Harapan kami ke depan hasil panennya bisa menjadi lebih baik lagi, kualitas buah semakin meningkat, dan budidaya melon ini dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Panen perdana tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan KKM Kelompok 55 UNIBA. Melalui Bidang UMKM, mahasiswa berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Margasana dan BUMDes TB Mahdum dalam memperkenalkan budidaya melon sebagai salah satu potensi unggulan desa.

Mahasiswa KKM Kelompok 55 turut membantu proses dokumentasi, publikasi, pembuatan konten digital, serta penyebarluasan informasi melalui media sosial. Upaya tersebut bertujuan memperkuat identitas (branding) melon Desa Margasana, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menarik minat konsumen maupun calon mitra pemasaran.

Sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan mahasiswa KKM Kelompok 55 UNIBA diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran sehingga hasil budidaya melon tidak hanya dikenal di Kabupaten Serang, tetapi juga dapat menembus pasar yang lebih luas. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai unit usaha desa, kebun melon BUMDes juga diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata. Pengunjung nantinya tidak hanya dapat membeli buah melon segar, tetapi juga belajar mengenai proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen. Konsep wisata edukasi tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi Desa Margasana sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di sektor pendukung, seperti kuliner, produk UMKM, dan jasa wisata.

Pemerintah Desa Margasana optimistis budidaya melon akan terus berkembang sebagai salah satu sektor unggulan desa melalui perluasan lahan, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan kerja sama pemasaran.

“Harapan kami, BUMDes ini dapat terus berkembang melalui perluasan lahan, peningkatan kualitas hasil panen, serta kerja sama pemasaran yang lebih luas. Kami juga berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKM, dapat terus terjalin agar budidaya melon Desa Margasana semakin maju, semakin dikenal masyarakat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi warga,” tutup H. Hatobi, didampingi Pengelola BUMDes, Mg Turi, serta Rifki Saputra. ***

Leave A Reply

Exit mobile version