BANTENCORNER.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 63 membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan teknologi pembakaran modern Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di desa binaan, pada 4 Agustus 2026. Inovasi ini dihadirkan untuk menjawab permasalahan penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan warga setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengabdian masyarakat yang berfokus pada penanganan limbah dan pelestarian lingkungan. Melalui teknologi Rocket Stove, mahasiswa menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang efisien, terjangkau, dan tepat guna, khususnya untuk sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali.
Perwakilan KKM Kelompok 63 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi tumpukan sampah di desa, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pengelolaan limbah yang tidak merugikan lingkungan.
“Kami menghadirkan teknologi Rocket Stove ini karena ingin memberikan solusi yang bisa langsung dipakai dan mudah dirawat oleh warga. Pembakaran yang lebih efisien dan minim asap diharapkan dapat mengurangi dampak polusi sekaligus memudahkan warga dalam menangani sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali,” ujar perwakilan KKM Kelompok 63.
Rocket Stove yang dibangun dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran yang lebih efisien dan terkendali, sehingga dapat mengurangi asap serta dampak polusi udara yang kerap muncul dari pembakaran sampah konvensional. Alat ini dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperbaikinya dan mengembangkannya secara mandiri.
Selain pembangunan fasilitas, mahasiswa juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada warga mengenai cara penggunaan yang benar, serta pentingnya pemilahan sampah sebelum dibakar. Masyarakat diingatkan agar hanya membakar sampah yang sudah dikeringkan dan tidak mengandung bahan berbahaya, guna menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.
Perangkat desa dan warga menyambut baik kehadiran fasilitas ini. Mereka berkomitmen untuk merawat dan menggunakan alat tersebut sesuai dengan panduan yang telah diberikan, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan terus berlanjut setelah masa KKM berakhir. Program ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi sederhana namun tepat guna dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa. ***





