BANTENCORNER.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 19 Desa Beberan melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual melalui pemasangan mading (majalah dinding) di SDN 2 Cimiung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga diri serta menghormati orang lain.

Mading yang dipasang di lingkungan sekolah tersebut memuat berbagai informasi edukatif mengenai anti pelecehan seksual, mulai dari pengenalan terhadap tindakan yang tidak pantas, pentingnya menjaga batasan diri, hingga langkah yang dapat dilakukan apabila anak mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan. Materi disajikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta dilengkapi dengan ilustrasi dan visual yang menarik agar lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Pemilihan media mading dilakukan sebagai sarana edukasi yang dapat dilihat dan dibaca oleh siswa secara berulang. Dengan ditempatkan di area sekolah yang mudah dijangkau, informasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa mengenai pentingnya keberanian untuk berkata “tidak” terhadap tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman, sekaligus memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan mendapatkan perlindungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 19 turut melakukan pemasangan dan penataan mading pada dinding sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kerapian serta daya tarik visual agar pesan edukasi dapat tersampaikan secara efektif kepada warga sekolah.

Ketua KKM UNIBA Kelompok 19 Desa Beberan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam lingkungan pendidikan dasar.

“Melalui mading ini, kami berharap para siswa dapat lebih mengenal dan memahami tindakan apa saja yang termasuk pelecehan, mengetahui batasan terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta berani untuk mencari bantuan apabila menghadapi situasi yang tidak aman,” ujarnya pada 29 Juli 2026.

Edukasi mengenai pencegahan pelecehan sejak usia sekolah dinilai penting karena lingkungan pendidikan merupakan salah satu ruang utama bagi anak untuk belajar, berkembang, dan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perlindungan diri, batasan pribadi, serta sikap saling menghormati perlu diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa.

Pihak KKM UNIBA Kelompok 19 berharap keberadaan mading tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKM, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa dan pihak sekolah. Melalui informasi yang sederhana dan mudah dipahami, siswa diharapkan semakin sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan.

Kegiatan pemasangan mading anti pelecehan di SDN 2 Cimiung menjadi salah satu wujud nyata kepedulian mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 19 Desa Beberan dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi mengenai perlindungan anak dapat dilakukan melalui berbagai media kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. ***

Leave A Reply

Exit mobile version