BANTENCORNER.COM – Mahasiswa KKM 78 UNIBA Desa Sumurbandung melalui Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan dan Kesehatan melaksanakan program SI PILAH (Sarana Pilah Sampah) berupa pembuatan tempat sampah organik dan nonorganik pada 12 Agustus 2026. Kegiatan ini diwakili oleh Najwa Shaliha dan menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Program SI PILAH dilaksanakan karena masih diperlukan kesadaran masyarakat untuk membedakan jenis sampah sebelum membuangnya. Sampah yang tercampur dapat membuat proses pengelolaan menjadi lebih sulit dan lingkungan menjadi kurang tertata. Melalui penyediaan tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya, masyarakat diharapkan dapat mulai terbiasa memilah sampah dari tempat pertama kali sampah tersebut dibuang.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 78 Sumurbandung membuat dua jenis tempat sampah dengan warna yang berbeda agar lebih mudah dikenali. Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, sedangkan tempat sampah berwarna kuning digunakan untuk sampah nonorganik, seperti plastik dan kemasan. Perbedaan warna tersebut dibuat sebagai penanda sederhana sehingga masyarakat dapat mengetahui tempat pembuangan sesuai jenis sampahnya.
Najwa Shaliha selaku perwakilan Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan dan Kesehatan mengatakan bahwa hal ini dapat menjadi motifasi masyarakat untuk memilih sampah sebelum membuangnya.
“Kami berharap adanya SI PILAH ini bisa membuat masyarakat lebih terbiasa memilah sampah sebelum membuangnya. Walaupun sederhana, kami ingin kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk kebersihan lingkungan Desa Sumurbandung,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan tempat sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan yang lebih baik dalam menjaga lingkungan.
Program SI PILAH memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata. Dengan adanya tempat sampah yang sesuai jenisnya, masyarakat dapat lebih mudah melakukan pemilahan sampah dan tidak lagi mencampurkan sampah organik dengan nonorganik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 78 UNIBA berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus dilakukan meskipun masa pelaksanaan KKM telah selesai. Program sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.***








