BANTENCORNER.COM – Mahasiswa KKM 78 UNIBA Desa Sumurbandung melaksanakan kegiatan pembuatan Alat Komposter Air Liandi (AKAL) pada 17 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk inovasi sederhana yang dilakukan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan barang bekas sekaligus mengelola sampah organik agar tidak langsung dibuang.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumurbandung ini menggunakan wadah atau galon plastik bekas sebagai bahan utama pembuatan komposter. Wadah tersebut terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dimodifikasi sesuai dengan rancangan alat. Pada bagian bawah wadah dibuat lubang untuk memasang keran yang berfungsi sebagai saluran keluarnya cairan hasil dari proses penguraian sampah organik.

 

M. Fatkhu Qolbi selaku perwakilan Bidang Tata Kelola Pemerintahan Desa, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi menjelaskan bahwa pembuatan AKAL diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan.

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas seperti galon plastik masih bisa dimanfaatkan menjadi alat yang berguna, salah satunya untuk mengolah sampah organik,” ujarnya.

 

Menurutnya, penggunaan AKAL cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Setelah alat selesai dibuat dan dipastikan tidak mengalami kebocoran, sampah organik seperti daun, sisa sayuran, dan bahan organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam wadah secara bertahap. Setelah itu, wadah ditutup dan dibiarkan agar proses penguraian dapat berlangsung.

 

Selama proses tersebut, cairan hasil penguraian akan terkumpul di bagian bawah komposter dan dapat dikeluarkan melalui keran yang telah dipasang. Cairan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, khususnya untuk mendukung kegiatan pertanian setelah melalui proses pengolahan dan penggunaan yang sesuai.

 

Pembuatan AKAL dilakukan karena sampah organik masih menjadi salah satu jenis sampah yang sering tercampur dengan sampah lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 78 Sumurbandung berupaya memberikan pemahaman bahwa sampah organik dapat dikelola dengan cara yang sederhana dan tidak selalu harus berakhir sebagai limbah.

 

Melalui kegiatan tersebut, KKM 78 UNIBA berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Selain mengurangi jumlah sampah organik, pemanfaatan AKAL juga menjadi langkah kecil dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas. ***

Leave A Reply

Exit mobile version