Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Jangan Main Mata, BPKP Harus Cegah OTT

    21 September 2026

    Pengusaha asal Pariaman Serap Tenaga Kerja Dilirik Dimyati

    21 September 2026

    Susut Rp363,91 Miliar, Pendapatan Banten Jadi Rp9,72 dari Rp10 Triliun

    18 September 2026

    Harapan Masih Ada di Perairan Selat Sunda

    18 September 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Dari Singapura, Indonesia Gaungkan Perlindungan Pekerja Migran dan Perang Melawan TPPO di Asia Tenggara

    Dari Singapura, Indonesia Gaungkan Perlindungan Pekerja Migran dan Perang Melawan TPPO di Asia Tenggara

    Aikal Pratama11 November 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), pemerintah menggelar Forum Pelindungan WNI/PMI serta Pencegahan dan Penanganan Kasus TPPO di kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di KBRI Singapura, KJRI Johor Bahru, serta di Pelabuhan Pasir Gudang dan Stulang Laut, Malaysia. Kegiatan ini digelar pada 11–13 November 2025.

    Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar perwakilan RI di luar negeri. Fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi dalam perlindungan WNI dan mencegah praktik perdagangan manusia yang kerap menyasar pekerja migran.

    Forum dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura, Suryo Pratomo. Dalam sambutannya, Dubes Suryo menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan status kerja PMI di Singapura sebagai bagian dari diplomasi pelindungan Indonesia.

    “Dari sekitar 160 ribu PMI di Singapura, kami menargetkan agar 10 hingga 20 persen dapat naik kelas dari pekerja domestik menjadi caregiver profesional. Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan besar: TPPO. Di kawasan Asia Tenggara saja tercatat 1.617 kasus,” ungkapnya.

    Menurutnya, peningkatan kompetensi dan status kerja PMI merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kerentanan terhadap eksploitasi dan perdagangan orang. Pemerintah mendorong agar pekerja migran tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih tinggi di negara penempatan.

    Sementara itu, Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polhukam, Nur Rohmah, menegaskan bahwa TPPO adalah kejahatan luar biasa yang melanggar hak asasi manusia. Ia menilai bahwa jaringan pelaku TPPO bekerja secara terorganisir lintas batas, sehingga membutuhkan koordinasi antarnegara yang solid.

    “Indonesia sedang berada dalam situasi darurat TPPO. Gugus tugas yang kita bentuk harus bekerja lebih terpadu, sebab sindikat perdagangan orang kini semakin canggih dan melibatkan banyak negara,” ujarnya.

    Dari sisi perlindungan perempuan dan anak, Wakil Menteri KemenPPPA Veronica Tan menyoroti pentingnya pendekatan berbasis manusia (people-oriented) dalam menangani akar permasalahan migrasi dan perdagangan orang. Menurutnya, masalah ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong banyak perempuan memilih jalur non-prosedural.

    “Negara harus memberi akses agar perempuan bisa bekerja di luar negeri secara aman dan legal. Kita ingin mereka kembali bukan sebagai korban, tetapi sebagai champion di daerah asalnya,” tegasnya.

    Komitmen serupa disampaikan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Seriulina, menjelaskan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan migrasi, mulai dari pra-keberangkatan hingga kepulangan.

    “KP2MI memiliki 20 helpdesk dan 6 lounge di bandara yang siaga mendampingi PMI hingga penerbangan terakhir. Kami juga memperkuat komunikasi antarperwakilan di kawasan Asia Tenggara agar setiap PMI merasa terlindungi,” ujarnya.

    Selain itu, KP2MI terus mengembangkan program Desa Migran Emas sebagai strategi pencegahan dari hulu. Program ini memiliki sepuluh pilar utama yang menyasar calon PMI, PMI aktif, purna PMI, dan keluarganya. “Pencegahan TPPO dimulai dari desa, dari akar persoalan. Itulah mengapa Desa Migran Emas menjadi langkah strategis kami,” tambah Seriulina.

    Forum regional ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan tata kelola migrasi yang aman, tertib, dan bermartabat. Melalui kolaborasi lintas kementerian dan sinergi ASEAN, pemerintah memastikan setiap pekerja migran terlindungi dari ancaman perdagangan orang dan memperoleh hak-haknya secara adil.

    Dengan semangat diplomasi perlindungan dan kerja sama regional, Indonesia terus menggaungkan pesan kuat dari Singapura: negara harus hadir untuk melindungi mereka yang berjuang di negeri orang dari awal keberangkatan hingga mereka kembali ke tanah air dengan selamat dan bermartabat.

    imigran KP2MI pekerja Pemerintah warga
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Dugaan Permufakatan Jahat, Bantuan Porang Sidrap Rp26 Miliar Menguap, Petani Rugi

    NEWS 11 September 2026

    KKM UNIBA 78 Dukung Pelayanan Administrasi Surat Keterangan Domisili di Desa Sumurbandung

    Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan, Minta Kejari Ternate Tunda Pelimpahan Perkara PT ARA

    Penyidikan Polisi Sedang Berjalan, Korban Pailit Bintoro Iduansjah Ajukan Penundaan Eksekusi Rumahnya

    Mangkir Panggilan KPK, Ainun Naim Diduga Terkait Penyerobotan Yayasan Trisakti

    Recent Post

    Janji Andra Terus Dampingi Keluarga Korban Jurnalis- ABK yang Hilang di Selat Sunda

    18 September 2026

    Jeffri AM Simanjuntak: Nusron Wahid Sumber Gaduh Presiden Prabowo Harus Bertindak Tegas Sekarang

    17 September 2026

    Jokowi Instruksikan Relawan Jaga Kondusifitas, David Pajung: Tudingan ke Dasco Gaduh dan Salah Alamat

    16 September 2026

    ALTRI PRIME Ajak Creator Lebih Strategis Pilih Winning Product di Era TikTok Affiliate

    14 September 2026

    Pesan Andra Soni di Kafilah Banten di MTQ Nasional

    14 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.