BANTENCORNER.COM – Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Menes resmi digelar di YLPI Ahlussunah Waljama’ah dengan mengusung tema “Transformasi Kader untuk Digdaya Tradisi Nahdlatul Ulama.” Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat barisan kader muda NU di Menes. (14 – 16 November 2025)
Ketua Pelaksana Fajrul Falah membuka kegiatan dengan penegasan pentingnya regenerasi.
“PKD ini kami selenggarakan untuk mencetak kader yang siap berkhidmat dan menjaga marwah Ansor di tingkat ranting hingga desa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Muhammad Yadi, Ketua PAC Tubagus Abduttawab, Ketua YLPI KH. E. Ali Sibromilis Asrorie, Ketua PC Kabupaten Pandeglang Ahmad Sahal Mahfudz, dan Sekretaris Wilayah GP Ansor Banten Alvi Ruzabady.
Sejak pagi, aula YLPI dipenuhi peserta yang datang dari berbagai ranting. Mereka tampak bersemangat mengikuti rangkaian registrasi, pembukaan, hingga pengarahan awal sebelum memasuki materi inti.
Materi pertama diberikan dengan fokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah. Para peserta diperkenalkan kembali pada prinsip dasar NU dan peran penting pemuda Ansor dalam menjaga tradisi ulama.
Setelah itu, peserta memasuki materi kepemimpinan dan manajemen organisasi. Mereka diajak memahami bagaimana kader dapat menyusun program kerja, melakukan koordinasi, dan mengambil keputusan strategis dalam organisasi.
Ketua Pelaksana Fajrul Falah menegaskan arah kegiatan ini. “Kami ingin peserta tidak hanya mampu memahami teori, tetapi juga siap menjalankan tugas di lapangan sebagai penggerak organisasi,” katanya.
Para peserta juga mengikuti simulasi penyelesaian masalah organisasi yang dibuat menyerupai kondisi nyata di masyarakat. Simulasi ini membantu mereka memahami dinamika sosial yang sering dihadapi kader Ansor.
Pada sesi sejarah dan tradisi NU, peserta mendapatkan gambaran tentang perjalanan panjang organisasi di Menes. Mereka mempelajari bagaimana wilayah ini memiliki peran penting dalam perkembangan NU di Banten.
Fajrul kembali menyampaikan tujuan khusus PKD tahun ini.
“Salah satu target kami adalah mengisi dan menguatkan kepengurusan di seluruh ranting, terutama di Desa Kananga. Kader harus siap mengambil peran,” tegasnya.
Memasuki sesi akhir, peserta mendapatkan pembinaan terkait etika berorganisasi, sikap ke-NU-an, serta komitmen disiplin sebagai bagian dari kader Ansor. Materi berlangsung interaktif dan banyak peserta terlibat dalam diskusi.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar kader dan doa bersama. Suasana penuh harapan menyertai penutupan PKD, menjadi tanda lahirnya kader-kader baru yang siap menghidupkan program Ansor di Menes dan sekitarnya.







