Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pemprov Banten Raih Opini WTP ke 10 Secara Berturut-Turut

    25 Mei 2026

    Kasus Pasien BPJS Tipes Diduga Ditolak, RSUD Labuan Akui Hasil Lab Berbeda

    24 Mei 2026

    Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    24 Mei 2026

    RSUD Labuan Tolak Rawat Peserta BPJS PPU Penderita Tipes, Padahal Kondisinya Kritis

    24 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»1 Tahun Kepemimpinan Banten, Mahasiswa Gelar Aksi Evaluasi: Butuh Solusi Nyata, Bukan Selebrasi

    1 Tahun Kepemimpinan Banten, Mahasiswa Gelar Aksi Evaluasi: Butuh Solusi Nyata, Bukan Selebrasi

    Rizki Mubarok21 Februari 20264 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Aliansi BEM Serang Raya bersama aliansi mahasiswa se-Provinsi Banten menggelar aksi evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Aksi tersebut menjadi bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan di sejumlah daerah.

    Aksi yang digelar dalam momentum satu tahun periode pemerintahan ini mengusung grand isu “1 Tahun Banten Butuh Solusi Nyata, Bukan Selebrasi”. Mahasiswa menilai refleksi tahunan seharusnya tidak berhenti pada seremoni capaian, melainkan menjadi ruang evaluasi berbasis data dan keberpihakan terhadap rakyat.

    Koordinator Lapangan Aliansi BEM Serang Raya, Toriq Surya Pawitra, menyampaikan bahwa gerakan tersebut lahir dari konsolidasi lintas kampus di berbagai kabupaten/kota.

    “Satu tahun bukan waktu yang singkat. Jika hari ini banjir masih berulang, pengangguran tinggi, konflik agraria belum terselesaikan, dan transparansi anggaran dipertanyakan, maka yang dibutuhkan bukan perayaan, tetapi evaluasi menyeluruh dan langkah konkret,” ujar Toriq dalam keterangannya.

    Sorotan Lingkungan dan Tata Ruang

    Mahasiswa menyoroti persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, hingga Kabupaten Tangerang. Mereka menilai perencanaan tata ruang dan sistem drainase belum berbasis data kontur wilayah yang komprehensif.

    Di Kota Cilegon, mahasiswa juga menyinggung dugaan kebocoran industri di PT Povax serta peningkatan kasus ISPA yang disebut mencapai 300 persen. Selain itu, investasi yang diklaim mencapai Rp30 triliun pada 2025 dipertanyakan dampaknya terhadap kesejahteraan tenaga kerja lokal dan kualitas lingkungan.

    Di Kabupaten Tangerang, persoalan tanggul jebol dan tata ruang dinilai memperparah dampak banjir yang merendam ratusan rumah. Mahasiswa juga menyoroti maraknya tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal akibat lemahnya pengawasan.

    Aliansi mahasiswa mendesak pembentukan tim terpadu penanganan banjir dan krisis lingkungan berbasis kajian ilmiah lintas sektor, bukan sekadar respons insidental saat bencana terjadi.

    Pengangguran dan Dugaan Praktik Percaloan

    Isu ketenagakerjaan menjadi salah satu fokus utama. Di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, mahasiswa menyoroti dugaan pungutan hingga Rp40 juta untuk bisa masuk kerja, termasuk di PT Nikomas Gemilang. Lemahnya pengawasan dari dinas terkait disebut membuka ruang praktik percaloan tenaga kerja.

    Menurut mahasiswa, tingginya angka pengangguran di Banten menjadi ironi di tengah pertumbuhan kawasan industri dan masuknya investasi besar.

    “Investasi harus berdampak langsung pada masyarakat lokal. Jika masih ada pungutan masuk kerja dan praktik percaloan, maka ada problem serius dalam tata kelola ketenagakerjaan,” tegas Toriq.

    Aliansi mendesak penindakan tegas terhadap praktik pungutan liar serta kebijakan afirmatif yang memprioritaskan tenaga kerja lokal.

    Konflik Agraria dan Transparansi Anggaran

    Di Kabupaten Lebak, mahasiswa menyoroti konflik agraria di wilayah Cimarga yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan persoalan pembebasan lahan. Mereka meminta percepatan penyelesaian konflik dengan menjamin hak masyarakat.

    Sementara di Kabupaten Pandeglang, mahasiswa menilai ketimpangan pembangunan masih nyata. Sekitar 18 ribu anak disebut mengalami putus sekolah. Kasus meninggalnya seorang anak akibat jalan rusak disebut sebagai simbol kegagalan infrastruktur, meski terdapat alokasi anggaran miliaran rupiah.

    Selain itu, dugaan penyimpangan dana Koperasi Guru Republik Indonesia (KOGURI) serta isu reforma agraria yang menyeret dugaan setoran kepada oknum tertentu juga menjadi tuntutan untuk diaudit secara independen.

    Mahasiswa secara umum mendesak pemerintah membuka laporan capaian satu tahun secara transparan dan berbasis data, termasuk realisasi serapan anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    Pendidikan dan Kesehatan

    Di sektor pendidikan, mahasiswa menyoroti minimnya sekolah berbasis maritim di provinsi yang memiliki karakter wilayah pesisir dan industri. Tingginya angka putus sekolah menjadi indikator persoalan struktural yang belum terselesaikan.

    Di sektor kesehatan, peningkatan kasus HIV dinilai memerlukan transparansi data, perluasan akses tes, serta edukasi publik untuk menghapus stigma sosial.

    Selain itu, mahasiswa juga menyoroti praktik Over Dimension Over Load (ODOL) yang masih marak meski telah terbit Kepgub Nomor 567 Tahun 2025. Mereka meminta penegakan regulasi tanpa tebang pilih.

    Ancaman Perluasan Gerakan

    Aliansi BEM Serang Raya dan mahasiswa se-Provinsi Banten menegaskan bahwa aksi ini merupakan tahap awal konsolidasi. Mereka memberi peringatan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada respons konkret dan terbuka dari pemerintah daerah, maka gerakan akan diperluas secara lebih terstruktur.

    “Kami tidak bergerak atas dasar kebencian, tetapi tanggung jawab moral. Jika aspirasi ini tidak direspons dengan kebijakan nyata, maka konsolidasi akan diperluas dalam skala yang lebih besar,” ujar Toriq.

    Mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal arah pembangunan daerah demi memastikan kebijakan publik berpihak pada rakyat.

    Aksi ditutup dengan seruan evaluasi menyeluruh terhadap satu tahun kepemimpinan serta desakan agar pemerintah membuka ruang dialog yang transparan dan berbasis data.***

    AksiMahasiswaBanten BeritaBanten EvaluasiKinerjaBanten KepemimpinanBanten
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    KAMPUS 18 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    LBH Ansor Banten Soroti Insiden Ojek Online yang Dilindas Mobil Polisi

    KKN INAIS Gelar Seminar Ekonomi Islam di Desa Malasari

    Recent Post

    Tak Punya Sertifikasi tapi Digelontorkan Dana Rp5,4 M, Kasus Sewa Pesawat PT APK Diusut Kejaksaan

    22 Mei 2026

    Gugatan Hasil Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Masih Bergulir, Sidang Lanjutan Dijadwalkan Juni 2026

    21 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    20 Mei 2026

    Kadindikbud Kota Serang Ngamuk saat Sidak di SDN Karangantu: Toilet Berantakan hingga Guru Menangis

    20 Mei 2026

    Catut Nama Pejabat BGN, 4 Orang Tipu Calon Mitra SPPG Rugikan Rp1,9 Miliar

    19 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.