BANTENCORNER.COM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menunjukkan langkah progresif melalui serangkaian agenda strategis yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026.
Inisiatif ini difokuskan pada dua pilar utama, yakni penguatan legalitas aset umat melalui sinergi pemerintahan serta transformasi ekonomi berbasis kerakyatan.
Ketua Tanfidziyah PWNU Banten, KH. Abi Hafiz Gunawan menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen PWNU Banten dalam memadukan peran kebangsaan dengan pemberdayaan ekonomi yang berlandaskan prinsip Aswaja An-Nahdliyah.
Agenda pertama PWNU Banten adalah menyambut kunjungan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Banten ke Kantor PWNU Banten.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara PWNU dan pemerintah, khususnya dalam pengurusan sertifikasi tanah wakaf demi kepastian hukum dan kemaslahatan umat.
Kepala Kantor BPN Wilayah Banten, Harison mengungkap kedatangannya ke PW NU untuk membangun sinergi dalam rangka mewujudkan pelayanan administrasi pertanahan di Provinsi Banten, khususnya warga Nahdliyyin yang memiliki yayasan atau pondok.
“Misalnya untuk merespon kebutuhan masyarakat kami juga telah menyiapkan satgas Pelayanan Wakaf, ” ujar Harison.
Mantan Kepala Biro dan Humas dan Protokol BPN ini menyebut jumlah ponpes dibawah naungan PW NU amatlah banyak sekali. “Kami sepakat akan membuat Perjanjian Kerjasama untuk melayani pengelola pesantren salafi, ” ungkapnya lagi.
“PWNU Banten terbuka dan siap bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan, termasuk ATR/BPN, untuk memastikan aset wakaf umat terlindungi secara hukum dan dikelola secara berkelanjutan,” ujar KH. Abi Hafiz Gunawan didampingi anggota Lembaga Pengembangan Ekonomi NU Banten H. Bahroji, Mohammad Hanafi dan Kartoni.
Selain agenda kelembagaan, PWNU Banten juga memantau langsung kesiapan launching Tim Ekonomi PWNU Banten yang difokuskan pada pengembangan unit-unit usaha produktif.
Beberapa program strategis yang ditinjau antara lain Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) CIBADUY yang berlokasi di Ciomas, sebagai upaya menghadirkan produk kebutuhan dasar dengan nilai ekonomi dan kebermanfaatan sosial.
Pengembangan AMDK CIBADUY dirancang untuk memutus ketergantungan terhadap produk luar dan membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu mengelola industri manufaktur secara profesional.
Selain sektor air minum, PWNU Banten juga meninjau kesiapan dua lini usaha strategis lainnyanya yakni Produksi Roti PWNU: Berlokasi di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, unit ini fokus pada sektor kuliner untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta memperkuat jaringan UMKM.
Lalu, MBG Nahdlatul Banten Maju yang berpusat di Pondok Pesantren Bismillah, program ini bertujuan menciptakan kemandirian lembaga pendidikan melalui integrasi ekonomi pesantren.
KH. Abi Hafiz Gunawan menegaskan, penguatan ekonomi umat merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah Nahdlatul Ulama. NU tidak hanya hadir dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam membangun kemandirian sosial dan ekonomi warga nahdliyin.
Dalam khazanah klasik Ahlussunnah wal Jama’ah, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan, kesejahteraan ekonomi umat merupakan sarana penting untuk menjaga agama dan martabat manusia.
Hal ini sejalan dengan prinsip maqashid al-syari’ah, khususnya hifzh al-mal (menjaga harta), yang menjadi fondasi dalam pembangunan ekonomi umat.
Melalui agenda strategis ini, PWNU Banten berharap sinergi dengan pemerintah dan penguatan sektor ekonomi dapat berjalan beriringan, sehingga NU semakin berperan aktif dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan kemajuan Provinsi Banten.







