Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Perda BMD Dirubah untuk Optimalisasi Pengelolaan Aset

    21 Oktober 2026

    Kematian Bharatu Laurentiis Valdo: GMPK Desak Transparansi dan Pertanggungjawaban Institusi Polri

    21 Oktober 2026

    Hadir di Tengah Rakyat, Komunitas Kuntul Ngebul Salurkan Baksos dan Promosikan Wisata Ujung Kulon

    21 Oktober 2026

    Andra Soni Pastikan Keselamatan Penumpang KMP Batumandi Terbakar Jadi Prioritas

    21 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»KAMPUS»KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    Rizki Mubarok5 September 20263 Mins Read KAMPUS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UNIBA Kelompok 78 Desa Sumurbandung melalui bidang Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi melaksanakan kegiatan pembuatan Alat Penyiram Pupuk (APP) pada 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diwakili oleh Reyhan sebagai bentuk inovasi teknologi sederhana yang dapat membantu masyarakat, khususnya petani.

     

    Pembuatan Alat Penyiram Pupuk merupakan salah satu upaya mahasiswa KKM dalam menghadirkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan secara langsung di bidang pertanian. Alat ini dirancang untuk membantu petani dalam proses pemberian pupuk cair dengan cara mengocorkan atau menyiramkan pupuk langsung ke tanaman maupun area tanah di sekitarnya.

     

    “Alat ini kami buat dengan konsep yang sederhana dan praktis agar mudah digunakan oleh petani. Harapannya, proses pemupukan bisa menjadi lebih mudah, cepat, dan merata,” ujar Reyhan, perwakilan bidang Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi.

     

    Alat Penyiram Pupuk dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, di antaranya jerigen atau tangki plastik berkapasitas sekitar 20–25 liter, selang plastik, pipa atau batang penyemprot, nozzle, tali atau strap, klem pengikat selang, sambungan pipa atau selang, serta perekat atau sealant untuk mencegah terjadinya kebocoran.

     

    Dalam penggunaannya, alat terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tangki dalam kondisi bersih dan tidak mengalami kebocoran. Pupuk cair yang telah dilarutkan sesuai takaran kemudian dimasukkan ke dalam tangki dan ditutup dengan rapat. Setelah itu, tangki dapat dibawa menggunakan tali atau strap pada punggung sehingga pengguna lebih mudah bergerak ketika berada di lahan pertanian.

     

    Pipa atau batang penyiram kemudian diarahkan ke tanaman atau bagian tanah yang akan diberikan pupuk. Saluran keluarnya pupuk dibuka secara perlahan agar pupuk dapat mengalir dengan baik. Penyiraman dilakukan secara merata dengan memperhatikan jumlah dan jarak pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman.

     

    “Kami berharap alat ini tidak hanya menjadi hasil kegiatan KKM, tetapi juga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan bahan yang sederhana, petani dapat memiliki alat yang membantu pekerjaan mereka di lahan,” tambah Reyhan.

     

    Setelah selesai digunakan, alat perlu dikosongkan dari sisa larutan dan dibersihkan menggunakan air bersih. Bagian tangki, selang, dan nozzle juga perlu dibersihkan agar tetap terawat dan dapat digunakan kembali. Alat selanjutnya disimpan di tempat yang kering dan aman.

     

    Melalui kegiatan ini, KKM UNIBA Kelompok 78 berupaya memberikan inovasi yang sederhana namun memiliki manfaat bagi masyarakat Desa Sumurbandung. Pembuatan APP diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu bagi petani dalam melakukan pemupukan secara lebih praktis, efektif, dan merata. ***

    KKM Uniba Petani Teknologi
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Festival Santri Lebak 2026 Siap Digelar, Ketua GP Ansor Lebak: Ini adalah Lebaran Para Santri

    Budaya & Tradisi 15 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Unpam dan SWOT Banten Geruduk Kantor DPRD Bawa 10 Tuntutan

    Cegah Pinjol dan Judol, Fakultas Hukum Unpam Edukasi Siswa SMAN 1 Kragilan

    Wisuda ke-15, UNBAJA Dorong Lulusan Berdaya Saing dan Berintegritas

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Recent Post

    Andra Usul Raperda Penyertaan Modal

    21 Oktober 2026

    Perubahan Struktur Perangkat Daerah di Banten

    21 Oktober 2026

    GP Ansor Dorong KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

    20 Oktober 2026

    Hilirisasi Mineral Terus Jadi Strategis Dongkrak Kinerja Ekonomi

    20 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Unpam dan SWOT Banten Geruduk Kantor DPRD Bawa 10 Tuntutan

    19 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.