BANTENCORNER.COM- Mahasiswa KKM 78 UNIBA Sumurbandung kembali mengadakan kegiatan yang mengajak anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui program SABDA (Sampah Berubah Jadi Karya) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini termasuk dalam bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan dan Kesehatan yang diwakili oleh Siti Kholisoh. Program SABDA dibuat sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah nonorganik dengan memanfaatkannya menjadi barang yang lebih berguna dan memiliki nilai kreativitas.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama beberapa anak-anak Kampung Koncang. Mahasiswa KKM 78 Sumurbandung mengajak anak-anak untuk memanfaatkan tutup botol bekas sebagai bahan utama dalam pembuatan gantungan kunci. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk melihat bahwa barang bekas tidak selalu harus langsung dibuang. Dengan sedikit kreativitas dan keterampilan, sampah yang sederhana dapat diubah menjadi sebuah karya yang menarik dan bermanfaat.
Proses pembuatan gantungan kunci dimulai dengan mengumpulkan tutup botol bekas yang sudah tidak digunakan. Tutup botol kemudian dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada kotoran yang menempel. Setelah bersih, tutup botol dilelehkan menggunakan setrika, kemudian hasil lelehan tersebut dicetak menggunakan cetakan dengan bentuk-bentuk yang lucu dan menarik. Setelah bentuknya sesuai dan mengeras, bagian gantungan dipasang pengait agar dapat digunakan sebagai gantungan kunci. Setelah pengait terpasang dengan baik, gantungan kunci dari tutup botol bekas pun siap digunakan.
Selama proses pembuatan, mahasiswa KKM 78 Sumurbandung memberikan contoh dan mendampingi anak-anak secara langsung. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan. Kegiatan berlangsung dengan suasana santai dan menyenangkan karena dapat mencoba berbagai bentuk hiasan pada tutup botol.
“Kami ingin mengajak anak-anak melihat sampah dari sisi yang berbeda. Tutup botol yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan menarik,” ungkap Siti Kholisoh, anggota KKM 78.
Siti Kholisoh juga menjelaskan bahwa kegiatan SABDA diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak untuk mengurangi sampah sekaligus mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan barang bekas.
Program SABDA tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah nonorganik, tetapi juga memberikan pengalaman baru kepada anak-anak dalam membuat kerajinan sederhana. Hasilnya dapat digunakan sebagai gantungan pada kunci, tas, atau barang lainnya. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kerja sama antara mahasiswa dan anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui SABDA, KKM 78 Sumurbandung berharap anak-anak dapat mulai membiasakan diri memilah dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. Dari sebuah tutup botol bekas, lahir sebuah karya sederhana yang membuktikan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil. ***








