BANTENCORNER.COM – Pemenuhan gizi anak pada usia dini tidak hanya ditentukan oleh pemilihan bahan pangan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dalam mengolah dan menyajikan makanan sesuai kebutuhan anak. Pada usia 1–2 tahun, pemberian makanan yang beragam dengan tekstur yang sesuai tahap perkembangan, disertai penerapan keamanan pangan, menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Namun, panduan tertulis berupa resep terkadang belum cukup untuk menggambarkan secara terperinci teknik dan tahapan memasak yang tepat. Oleh karena itu, media edukasi berbentuk video dapat menjadi alternatif untuk membantu masyarakat memahami proses pengolahan makanan secara lebih konkret dan mudah diikuti.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Dospulkam IPB University 2026 mengembangkan video edukasi memasak sebagai pelengkap buku panduan menu dalam program bertajuk “Smart MBG: Intervensi Berbasis Edukasi Digital dan Menu 10 Ribu Bergizi untuk Perubahan Perilaku Konsumsi Gizi pada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Wilayah Pedesaan.” Tim ini dipimpin oleh Ibu Resa Ana Dina, S.KM., M.Epid., dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, bersama tiga mahasiswa, yaitu Sultan Riadhi, Vini Alvionisa, dan Salma Sabrina.
Video edukasi ini dikembangkan untuk memberikan gambaran visual mengenai tata cara memasak menu makanan utama dan makanan selingan bagi anak bawah dua tahun (baduta) usia 1–2 tahun. Video diharapkan dapat membantu ibu balita dan kader posyandu memahami proses memasak sekaligus mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Visualisasi Proses Memasak Menu Bergizi bagi Baduta
Video edukasi ini menampilkan proses pengolahan dua jenis hidangan, yaitu makanan utama dan makanan selingan. Menu makanan utama yang diperkenalkan terdiri atas nasi, bola-bola tahu, ikan kukus, tumis wortel labu jagung, dan semangka. Sementara itu, menu makanan selingan yang diperagakan adalah smoothies buah naga pisang.
Menu tersebut memberikan contoh variasi hidangan dengan mengombinasikan beragam bahan pangan. Makanan utama memadukan sumber karbohidrat dari nasi, sumber protein dari tahu dan ikan, sayuran berupa wortel, labu, dan jagung, serta buah semangka. Adapun smoothies buah naga pisang menjadi alternatif makanan selingan berbahan dasar buah.
Pemilihan menu ini bertujuan memberikan inspirasi kepada keluarga untuk menyajikan makanan yang beragam bagi anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar. Pengolahan dan penyajian makanan juga perlu memperhatikan tekstur yang sesuai dengan kemampuan makan anak usia 1–2 tahun, serta memastikan setiap bahan diolah dengan baik dan aman dikonsumsi.
Panduan Memasak secara Bertahap dan Praktis
Salah satu keunggulan video edukasi ini adalah visualisasi tahapan memasak secara berurutan, mulai dari pencucian bahan pangan, pemotongan, penimbangan bahan sesuai kebutuhan resep, proses memasak, hingga penyajian hidangan. Setiap tahapan ditampilkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai cara menyiapkan bahan dan mengolahnya menjadi makanan siap saji.
Pada menu makanan utama, video memperlihatkan proses pengolahan nasi, pembuatan bola-bola tahu, pengukusan ikan, serta penyiapan tumis wortel labu jagung dan semangka sebagai pelengkap hidangan.
Sementara itu, pada menu makanan selingan, video menunjukkan tahapan pembuatan smoothies buah naga pisang. Penyajian proses secara sistematis diharapkan membantu penonton memahami urutan memasak dan teknik pengolahan yang digunakan.
Visualisasi ini juga melengkapi informasi yang tersedia dalam buku panduan. Jika buku memberikan informasi mengenai bahan dan resep, video memperlihatkan penerapan resep tersebut melalui demonstrasi langsung.
Kombinasi kedua media diharapkan dapat membantu pengguna memahami instruksi dengan lebih mudah, terutama pada tahapan yang sulit dijelaskan hanya melalui tulisan.
Video Edukasi sebagai Media Pembelajaran Berkelanjutan
Berbeda dengan edukasi yang hanya berlangsung pada satu kesempatan, video edukasi dapat diputar kembali sesuai kebutuhan.
Ibu balita dan kader posyandu dapat mengulang bagian tertentu ketika ingin memastikan urutan memasak, mempelajari teknik pengolahan, atau mengingat kembali langkah-langkah dalam resep. Fleksibilitas ini menjadikan video sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara mandiri di luar kegiatan edukasi tatap muka.
Ketua tim pelaksana, Ibu Resa Ana Dina, S.KM., M.Epid., menjelaskan bahwa pengembangan video edukasi bertujuan melengkapi buku panduan menu dengan demonstrasi memasak yang lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Melalui video ini, kami berharap ibu balita dan kader tidak hanya membaca resep dalam buku panduan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan makanan dilakukan, mulai dari persiapan bahan hingga penyajian. Video ini juga dapat ditonton berulang kali, sehingga bisa menjadi panduan praktis ketika ingin mencoba membuat menu tersebut di rumah,” ungkapnya.
Keberadaan video sebagai pendamping buku panduan diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan. Buku dan video dapat digunakan secara saling melengkapi, sehingga informasi mengenai menu, bahan, dan resep didukung oleh visualisasi proses pengolahan yang lebih jelas.
Mendukung Keberlanjutan Program Smart MBG
Pengembangan video edukasi memasak merupakan salah satu bentuk pemanfaatan media digital dalam program Smart MBG.
Melalui pendekatan ini, edukasi gizi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan lisan dan panduan tertulis, tetapi juga melalui media audiovisual yang memperlihatkan tahapan pengolahan menu secara langsung.
Tim Dospulkam IPB University 2026 berharap video edukasi ini dapat menjadi media pendamping buku panduan yang praktis dan mudah dipelajari kembali oleh ibu balita serta kader posyandu.
Materi yang disajikan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami persiapan bahan, teknik memasak, penyajian, serta penerapan keamanan pangan dalam menyiapkan makanan bagi baduta.
Pada akhirnya, pengembangan media edukasi digital ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menyiapkan makanan yang beragam, bergizi, dan aman bagi anak.
Melalui integrasi buku panduan dan video edukasi, program Smart MBG berupaya mendekatkan informasi gizi dengan praktik pengolahan makanan sehari-hari sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.








