SERANG– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Banten Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kota Serang, Senin (29/4/2024).
Para masa aksi membentangkan spanduk besar bertuliskan “Kejati Lambat Korupsi Merambat”. Mereka juga memberikan kartu merah kepada Kejaksaan Tinggi.
Koordinator Aliansi BEM Banten Bersatu Abdul Aziz, mengatakan, Kejati Banten lambat dalam menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi alih fungsi lahan Situ Ranca Gede Jakung yang diduga merugikan negara sebesar Rp1 triliun.
“Hari ini Kejati sangat berlarut-larut berbulan bulan tidak selesai dalam menangani kasus ini, sehingga ini perlu kita ambil tindakan bersama ketika hari ini Kejati Banten tidak bisa selesaikan permasalahan ini. Kami akan membawanya ke Kejagung ataupun KPK,” ujar Aziz.
Aziz juga meragukan integritas Kejaksaan dalam menangani kasus tersebut. Dia menduga oknum Kejati bermain dengan pihak-pihak tertentu, sehingga pengusutan kasus ini berlangsung lambat.
“Hari ini kita sangat kecewa ke Kejati Banten sangat lambat menangani kasus ini yang sebenarnya berlarut larut, bahkan banyak saksi yang sudah dipanggil akan tetapi tersangka belum ada aja. Artinya, apakah jangan-jangan Kejati Banten dengan oknum-oknum terkait telah kongkalingkong,” tuturnya.
Dia menduga kasus tersebut melibatkan oknum anggota DPRD Banten berinisial FH dan DPRD Kota Serang berinisial BR diduga terlibat dalam kasus alih fungsi lahan milik Pemerintah Provinsi Banten. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Kejati agar segera memeriksa kedua politisi tersebut.
“Yang jelas ketika kita mengkaji kedua oknum dewan tersebut kemungkinan besar terlibat atau kongkalingkong atau suksesi melegalkan segala cara,” pungkasnya.







