Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Haris Azhar Pertanyakan Rezim Hukum Satgas PKH: PT KEL Ditertibkan, Penambang Baru Muncul di Nabire

    9 Oktober 2026

    BULOG Lebak‑Pandeglang Rayakan Rekor Beras Nasional dengan Santunan Anak Yatim Sekitar Kantor

    9 Oktober 2026

    Tak Main-main, Seluruh Kepala Samsat di Banten Dievaluasi, Bapenda Ancam Potong Tukin yang Tak Capai Target

    9 Oktober 2026

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    9 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Menggali Tradisi dan Ritual Keagamaan di Kesultanan Banten

    Menggali Tradisi dan Ritual Keagamaan di Kesultanan Banten

    Sae20 Januari 20253 Mins Read ARTIKEL
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Banten nggak cuma dikenal sebagai pusat perdagangan internasional di masa lalu, tapi juga sebagai tempat lahirnya tradisi dan ritual keagamaan yang kaya akan makna.

    Dari era Kesultanan Banten hingga sekarang, wilayah ini masih menyimpan jejak sejarah yang erat kaitannya dengan budaya Islam. Tradisi yang tumbuh di sana nggak hanya menjadi cermin kehidupan masyarakat, tapi juga bagian dari identitas yang terus dipertahankan.

    Kesultanan Banten, yang didirikan pada abad ke-16 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.

    Nggak cuma sebagai pusat pemerintahan, kesultanan ini juga menjadi tempat berkembangnya tradisi keagamaan yang hingga kini masih dipraktikkan.

    Yuk, kita gali lebih dalam tentang tradisi dan ritual yang jadi warisan budaya di tanah Banten ini!

    Tradisi Maulid Nabi: Perayaan Penuh Makna

    Salah satu tradisi keagamaan yang masih hidup di Banten adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini biasanya berlangsung dengan meriah dan penuh khidmat.

    Nggak cuma sekadar membaca salawat atau sirah nabi, acara ini juga diwarnai dengan iringan seni tradisional, seperti debus dan rampak bedug.

    Dalam tradisi Maulid di Banten, masyarakat juga menggelar arak-arakan panjang yang membawa tumpeng dan hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur.

    Ritual ini menunjukkan betapa eratnya nilai agama dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat Banten, yang diwarisi sejak zaman kesultanan.

    Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin adalah tradisi yang nggak bisa dipisahkan dari masyarakat Banten. Ritual ini nggak hanya untuk mengenang jasa sang pendiri kesultanan, tapi juga menjadi sarana spiritual.

    Banyak peziarah yang datang dengan harapan mendapatkan keberkahan, inspirasi, atau sekadar menenangkan diri.

    Makam Sultan Maulana Hasanuddin terletak di kompleks Masjid Agung Banten, salah satu warisan bersejarah yang dibangun pada masa kejayaan kesultanan.

    Tempat ini selalu ramai, terutama di momen-momen tertentu seperti bulan Ramadan atau menjelang hari besar Islam.

    Debus: Seni Bela Diri Bernuansa Mistis

    Kesultanan Banten juga terkenal dengan seni debus, yang punya unsur mistis sekaligus keagamaan. Pada zaman dulu, debus adalah bagian dari latihan bela diri para prajurit kesultanan.

    Tapi, seiring waktu, debus juga menjadi sarana untuk menunjukkan kekuatan spiritual yang didasarkan pada ajaran Islam.

    Atraksi debus sering kali ditampilkan dalam acara-acara adat atau keagamaan, seperti pernikahan, khitanan, atau hari besar Islam.

    Meskipun terlihat ekstrem, seperti menusuk diri dengan benda tajam, para pelaku debus percaya bahwa kekuatan mereka berasal dari doa dan zikir kepada Allah.

    Tradisi Panjang Mulud

    Tradisi Panjang Mulud adalah salah satu ritual unik yang masih lestari di Banten. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Maulid Nabi dan melibatkan prosesi arak-arakan “panjang mulud,” yaitu replika kapal besar yang dihiasi dengan berbagai ornamen.

    Panjang Mulud adalah simbol perjalanan dakwah Islam oleh Nabi Muhammad SAW dan para penyebar agama Islam, termasuk Sultan Maulana Hasanuddin. Prosesi ini juga diiringi doa-doa serta lantunan salawat yang menambah suasana religius.

    Tradisi dan ritual keagamaan di Kesultanan Banten bukan cuma menjadi cerminan sejarah, tapi juga bagian dari identitas masyarakat yang terus dipertahankan hingga kini.

    Dari perayaan Maulid Nabi, ziarah makam, hingga seni debus, semuanya menunjukkan betapa eratnya hubungan antara nilai agama dan budaya di tanah Banten.

    Tradisi ini nggak hanya menjadi warisan, tapi juga pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya dan spiritualitas kita.

    Menggali tradisi keagamaan Kesultanan Banten, dari Maulid Nabi hingga seni debus. Jejak sejarah Islam yang masih hidup di tanah Banten.***

    Kesultanan Banten Maulid Nabi Ziarah
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Recent Post

    KOSMAK Desak Copot Jaksa Agung Burhanuddin Terkait Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

    9 Oktober 2026

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.