BantenCorner – Ada yang bilang, budaya itu seperti cermin identitas suatu bangsa. Tapi, gimana jadinya kalau cermin itu mulai pudar, bahkan hampir retak? Salah satu warisan budaya yang kini mulai “hilang dari radar” adalah Wayang Golek khas Banten.
Seni ini pernah jadi primadona hiburan rakyat. Tapi, di tengah gempuran budaya modern dan teknologi, keberadaannya semakin tersingkir.
Ngomongin Wayang Golek tuh nggak cuma soal boneka kayu yang bisa gerak-gerak. Di balik tarian dan ceritanya, ada sejarah panjang, nilai-nilai, dan filosofi yang kaya banget. Sayangnya, makin ke sini, makin jarang yang peduli.
Bahkan, generasi muda pun mungkin lebih kenal drama Korea daripada tokoh-tokoh Wayang Golek seperti Semar atau Cepot.
Seni Wayang Golek di Banten
Banten punya sejarah panjang dengan Wayang Golek. Seni tradisional ini berkembang sejak zaman Kesultanan Banten, dan nggak cuma jadi hiburan, tapi juga alat dakwah.
Cerita yang dibawakan biasanya mengangkat kisah-kisah epik dari Ramayana atau Mahabharata, dibalut dengan pesan moral yang relatable banget untuk kehidupan sehari-hari.
Wayang ini dimainkan oleh dalang yang nggak cuma pinter memainkan boneka, tapi juga harus piawai menyampaikan cerita dan pesan secara menghibur. Ditambah lagi, ada iringan gamelan khas Banten yang bikin suasana pertunjukan jadi makin hidup.
Tapi, sayangnya, semua keindahan ini sekarang seperti tinggal kenangan, karena jarang banget ada pertunjukan Wayang Golek yang diadakan secara rutin.
Tergerus Zaman
Faktanya, Wayang Golek Banten mulai terpinggirkan. Ada banyak alasan, mulai dari minimnya regenerasi dalang, kurangnya perhatian dari pemerintah, hingga kalah saing dengan hiburan modern seperti konser musik atau platform streaming.
Padahal, seni ini punya potensi besar untuk dipertahankan, bahkan bisa jadi daya tarik wisata budaya kalau dikelola dengan baik.
Generasi muda juga punya peran penting, tapi sayangnya, nggak semua tertarik. Pola pikir “seni tradisional itu kuno” masih jadi stigma yang susah dihapus.
Padahal, kalau dipikir-pikir, budaya ini bisa aja diangkat ke platform digital, misalnya lewat media sosial atau film animasi, biar lebih relevan dengan zaman sekarang.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Nah, buat kamu yang masih peduli sama budaya, yuk mulai dari hal kecil. Misalnya, datang ke pertunjukan Wayang Golek kalau ada event di daerahmu. Kamu juga bisa bantu promosiin seni ini lewat media sosial.
Kalau punya ide kreatif, kenapa nggak coba bikin konten edukasi tentang Wayang Golek? Bisa lewat video pendek, infografis, atau bahkan kolaborasi sama komunitas seni.
Buat pemerintah dan pihak terkait, penting banget untuk serius melestarikan Wayang Golek. Mulai dari mengadakan pelatihan dalang muda, mendukung event budaya, hingga memfasilitasi pengenalan seni ini ke sekolah-sekolah.
Kolaborasi antara masyarakat, komunitas seni, dan pemerintah bakal jadi kunci utama buat menghidupkan kembali seni tradisional ini.
Wayang Golek Banten bukan sekadar seni pertunjukan, tapi bagian dari identitas budaya yang nggak boleh hilang begitu aja. Kalau kita nggak bergerak dari sekarang, generasi mendatang mungkin cuma bisa dengar cerita tentang seni ini tanpa pernah melihat langsung keindahannya.
Jadi, yuk bareng-bareng jaga warisan budaya kita, karena budaya adalah jiwa bangsa.
Wayang Golek Banten, seni tradisional penuh sejarah dan filosofi, kini tergerus zaman. Yuk, lestarikan warisan budaya ini bersama.***







