BANTENCORNER.COM– Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 43 Universitas Bina Bangsa, berkolaborasi dengan RS Alinda Husada Panimbang, berhasil menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Alur Pengobatan Melalui Mobile JKN” di Desa Tanjung Jaya, pada Selasa, 29 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat terkait akses layanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Penyuluhan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut dihadiri oleh warga Desa Tanjung Jaya. Ketua Kelompok KKM 43 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap pentingnya literasi digital.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap pentingnya literasi digital dalam bidang kesehatan. Di era digital seperti sekarang, Mobile JKN menjadi solusi praktis untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan,” katanya.
Materi penyuluhan mencakup berbagai fitur Mobile JKN, antara lain pendaftaran antrean online di fasilitas kesehatan, pindah faskes secara digital, konsultasi daring dengan dokter, dan pemantauan status kepesertaan serta pembayaran iuran. Tim dari RS Alinda Husada Panimbang memberikan penjelasan rinci tentang tahapan penggunaan aplikasi, mulai dari pendaftaran hingga pengambilan obat.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar pengunduhan aplikasi, penggunaan fitur-fitur, dan solusi atas kendala teknis. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa belajar menggunakan Mobile JKN hari ini. Sekarang, menurutnya tidak perlu lagi antre lama di puskesmas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tanjung Jaya dapat lebih mandiri dalam mengakses layanan kesehatan berbasis digital.
“Kami berharap penyuluhan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kemudahan akses layanan kesehatan melalui Mobile JKN,” tambah ketua kelompok KKM 43.
Program ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan akses layanan kesehatan yang lebih cepat, praktis, dan efisien dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan.***







