Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Pasar Royal, Jejak Pecinan dan Pusat Perbelanjaan Tua Kota Serang 

    Pasar Royal, Jejak Pecinan dan Pusat Perbelanjaan Tua Kota Serang 

    Roy Goozly27 Oktober 20252 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Kawasan Pasar Royal memiliki nilai sejarah yang panjang sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi tertua di Kota Serang, Provinsi Banten.

    Bahkan kawasan ini dikenal sebagai Pecinan Serang, tempat beraktivitasnya para pedagang Tionghoa sejak masa kolonial.

    Tokoh pendiri Provinsi Banten, Kiai Embay Mulya Syarief menceritakan, dirinya sudah tinggal di kawasan Royal sejak tahun 1957, tepatnya di belakang Bioskop Merdeka yang menjadi salah satu ikon hiburan di masa itu.

    “Royal itu merupakan pusat perbelanjaan Kota Serang atau yang biasa disebut dengan Pecinan,” ujarnya, ditemui di kediamannya, Senin, 27 Oktober 2025.

    Menurutnya, Kota Serang sejak lama dikenal sebagai kota tua dengan banyak bangunan bersejarah yang mencerminkan aktivitas perdagangan masa lampau.

    Di kawasan Royal dan sekitarnya, seperti Jalan Tirtayasa hingga Jalan Maulana Hasanudin, berdiri deretan ruko dan bangunan bergaya kolonial yang menjadi pusat bisnis masyarakat saat itu.

    Namun seiring waktu dan perkembangan zaman, sebagian besar bangunan tua tersebut hilang.

    “Sekarang bangunan-bangunan tua itu mungkin tinggal 20 persen, yang lainnya sudah dirombak karena dulu tidak dilindungi oleh Perda,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar ini.

    Ia menyebut sejumlah bangunan bersejarah yang masih tersisa di Kota Serang, seperti Gedung Negara, Pendopo Bupati, Korem, dan bekas percetakan Oeang Republik Indonesia Daerah Banten (ORIDAB) yang kini berubah fungsi menjadi Burger King.

    “Jadi saya tanya ke Direktorat Dinas Purbakala, kenapa itu bangunan-bangunan tua tidak diamankan, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena belum dibuat Perda,” jelas Kiai Embay.

    Ia menjelaskan, istilah “Royal” sendiri memiliki menunjuk pada nama kawasan, kata itu juga diidentikkan dengan tempat belanja dan pusat perputaran uang masyarakat Serang kala itu.

    “Royal itu memang tempat belanja, mengeluarkan uang atau juga mungkin royal yang disebut dengan bahasa asing itu kan semacam kerajaan bisnis lah dulu di Serang,” terangnya.

    Ia menilai rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menata kembali kawasan Royal merupakan langkah tepat untuk menghidupkan kembali sejarah ekonomi Kota Serang.

    “Kalau sekarang Pemkot Serang akan menata kawasan royal itu sangat bagus. Mudah-mudahan jadi kelihatan indah, tertib sehingga bisa mengundang, kalau yang direncanakan akan dibangun seperti Malioboro gitu, artinya tempat kunjungan wisata. Saya sepakat itu,” ujar Kiai Embay.

    Embay Mulya Syarif Kota Serang Mathla'ul Anwar Pasar Royal Pecinan Sejarah Tionghoa Tokoh
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    Recent Post

    APBD Banten 2027 Berisiko “Boncos”, Target Penerimaan Lesu, Ini kata Sekda Deden

    7 Oktober 2026

    Perusahaan hingga Mobil Mewah “Ngemplang” Pajak di Banten, Potensi Capai Ratusan Miliar

    7 Oktober 2026

    Dana Bantuan Kementan Dialihkan ke Perusahaan Keluarga, KOSMAK: Usut Tuntas Skema Porang Sidrap

    6 Oktober 2026

    Cek Kesehatan Gratis di Tanah Jawara Capai 7 Juta Jiwa

    6 Oktober 2026

    Kata Kemendagri Soal Pertumbuhan Ekonomi Banten

    5 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.