BANTENCORNER.COM – Pembangunan alternatif melalui pengembangan masyarakat di Provinsi Banten menawarkan pendekatan bottom-up yang memberdayakan masyarakat lokal dengan memanfaatkan aset komunitas seperti keterampilan, jaringan sosial, dan sumber daya alam, sebagai pengganti model top-down konvensional.
Pendekatan ini, seperti Asset-Based Community Development (ABCD), telah terbukti efektif dalam pemberdayaan melalui pariwisata dan pengelolaan lingkungan di wilayah seperti Serang dan Lebak.
Opini ini menekankan urgensi penerapan luas di Banten untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan kemandirian desa.
Pembangunan masyarakat di Banten memanfaatkan aset lokal untuk pembangunan berkelanjutan, seperti di Kampung Pekijing (Serang) yang menerapkan ProKlim untuk pengelolaan sampah dan penghijauan melalui partisipasi warga. Di Desa Sukaratu (Cikeusal, Serang), eksplorasi potensi wisata, pertanian, dan perkebunan berbasis komunitas mendorong kemandirian ekonomi.
Program seperti Bang Andra Gubernur Banten juga dilengkapi dengan infrastruktur desa, menciptakan pusat ekonomi baru di pedesaan.
Pembangunan alternatif melalui komunitas di Provinsi Banten menekankan bahwa kemajuan daerah tidak cukup bertumpu pada proyek fisik dan investasi besar, tetapi harus berangkat dari penguatan komunitas lokal, ekonomi kreatif, kearifan lokal, dan gerakan bersama yang partisipatif serta berkelanjutan.***





















