BANTENCORNER.COM – Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Universitas Bina Bangsa bersama lintas organisasi gerakan yang lain menghelat Forum Grup Discussion (FGD) tolak PSN di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) pada Rabu, 8 Januari 2025.
Hadir dalam FGD mahasiswa lintas organisasi antara lain, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), dan Lembaga Pers LPM Extama.
Juga organisasi internal kampus seperti Himpunan Mahasiswa Komputer (HIMAKOM), Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMIK), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD), hingga dihadiri oleh mantan Presma UNIBA periode 2017-2018.
Dalam agenda bertajuk ‘Menakar Untung Rugi Pembangunan PIK 2 Bagi Rakyat Banten’ tersebut, LMND mengutarakan kajiannya PSN PIK 2 merugikan rakyat Banten.
“Kami memiliki kesimpulan akhir, PSN di PIK 2 ini sangat merugikan rakyat. Saya pikir tidak ada negosiasi untuk itu,” terang ketua LMND Uniba Ian Francisco Sinaga.
Selaras dengan Ian, mantan Presma Uniba sekaligus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Firmansyah juga turut menyebut hal serupa. Menurutnya, PSN PIK 2 adalah kepentingan oligarky.
Bahkan katanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah meminta untuk mencabut dan meninjau ulang proyek tersebut. Dalam penuturannya Firmansyah ingin agar pasca agenda tersebut ada langkah konkret yag diambil.
“PSN PIK 2 adalah kepentingan oligarky. MUI juga meminta untuk mencabut dan meninjau ulang terkait proyek PSN PIK 2. Sehingga, dalam momentum ini kita harus mengambil langkah yang konkrit,” kata Firmansyah.
Salah satu perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), dalam agenda yang sama memberi pengakuan, tidak dipungkiri katanya bahwa sebagian masyarakat setuju atas PSN PIK 2 sebab mereka diiming-imingi akan diberikan imbalan berupa rumah dan lain-lain.
Namun kata dia, pihaknya menilai pembangunan PSN di PIK 2 sangat merusak ekosistem dan harus dikawal. Proses pengawalan itu harus juga katanya memberi edukasi ke rakyat tentang bahaya PSN PIK 2.***









