Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»BANTENPEDIA»Keunikan Tradisi Syukuran Laut di Banten: Menghormati Alam dan Lautan
    BANTENPEDIA

    Keunikan Tradisi Syukuran Laut di Banten: Menghormati Alam dan Lautan

    By Sae16 Januari, 20254 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Banten memang terkenal dengan kekayaan tradisi dan budaya yang masih lekat di kehidupan masyarakatnya. Kalau kamu pernah main ke kawasan pesisir Banten, pasti bakal nemuin banyak cerita menarik soal hubungan masyarakat dengan laut.

    Salah satu tradisi yang cukup populer adalah Syukuran Laut, atau sering juga disebut Nadran. Tradisi ini bukan cuma tentang ritual adat biasa, tapi ada makna mendalam yang jadi pengingat buat kita semua tentang pentingnya menjaga alam.

    Bayangin aja, setiap tahunnya, nelayan di Banten berkumpul dengan penuh semangat untuk merayakan tradisi ini. Mereka nggak sekadar melaksanakan ritual, tapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama.

    Nah, tradisi ini sebenarnya adalah bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah, sekaligus doa untuk keselamatan di masa depan.

    Yuk, kita bahas lebih dalam tentang Syukuran Laut ini dan kenapa tradisi ini masih eksis sampai sekarang!

    Mengenal Tradisi Syukuran Laut

    Syukuran Laut di Banten biasanya diadakan di beberapa kawasan pesisir, seperti di Labuan, Carita, dan sekitarnya. Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, lho.

    Masyarakat nelayan percaya bahwa laut adalah sumber kehidupan, jadi mereka merasa perlu memberikan penghormatan. Ritual ini biasanya diadakan menjelang musim melaut atau setelah musim tangkapan yang sukses.

    Acara ini dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat atau pemuka agama. Biasanya, nelayan membawa sesaji berupa hasil bumi dan laut yang akan dilarung ke laut. Sesaji ini dianggap sebagai simbol rasa terima kasih kepada alam.

    Proses melarungnya juga dilakukan dengan penuh khidmat. Kalau kamu beruntung, kamu bisa lihat sendiri betapa sakralnya momen ini.

    Kemeriahan dan Kebersamaan

    Yang bikin Syukuran Laut makin seru adalah rangkaian acaranya. Selain ritual, ada juga hiburan tradisional seperti musik gamelan, tari-tarian, bahkan bazar kuliner khas Banten.

    Semua elemen masyarakat, mulai dari nelayan, keluarga mereka, sampai wisatawan, ikut terlibat. Ini jadi bukti kalau tradisi nggak cuma milik orang tua, tapi bisa dirayakan semua kalangan.

    Di balik kemeriahan itu, ada pesan penting yang selalu disampaikan: menjaga kelestarian laut. Tradisi ini jadi semacam pengingat kalau laut bukan cuma tempat cari nafkah, tapi juga harus dilestarikan.

    Nelayan Banten biasanya memanfaatkan momen ini untuk berbicara soal pentingnya menjaga ekosistem laut, seperti nggak menangkap ikan berlebihan atau merusak terumbu karang.

    Nilai Filosofis yang Dalam

    Buat masyarakat Banten, Syukuran Laut bukan sekadar acara seremonial. Tradisi ini mengajarkan harmoni antara manusia dan alam. Laut dianggap sebagai ibu yang memberi kehidupan, jadi manusia harus memperlakukannya dengan baik.

    Konsep ini sebenarnya bisa banget kita aplikasikan di kehidupan modern, apalagi di era yang sering lupa sama isu lingkungan.

    Tradisi ini juga jadi ajang mempererat solidaritas. Bayangin aja, dalam satu acara, semua orang saling bantu-membantu untuk suksesnya acara, tanpa memandang perbedaan.

    Ini benar-benar cerminan nilai gotong royong yang sekarang mulai jarang kita temukan di kota-kota besar.

    Kenapa Harus Lestarikan Tradisi Ini?

    Syukuran Laut bukan cuma tradisi, tapi juga warisan budaya yang punya banyak manfaat. Selain menjaga nilai adat, acara ini juga bisa jadi daya tarik wisata.

    Banyak wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi unik ini. Dampaknya, ekonomi lokal jadi terbantu, dan budaya daerah makin dikenal luas.

    Namun, nggak bisa dipungkiri kalau tradisi seperti ini mulai tergerus zaman. Generasi muda sering kali merasa tradisi ini nggak relevan lagi. Padahal, dengan melibatkan mereka lebih aktif, tradisi ini bisa terus hidup.

    Sebagai anak muda, kita bisa kok ikut melestarikan budaya dengan cara yang kekinian, seperti mendokumentasikan acara ini di media sosial atau bahkan menjadikannya bagian dari kampanye lingkungan.

    Syukuran Laut di Banten bukan cuma tentang tradisi, tapi juga cara masyarakat menjaga hubungan harmonis dengan alam. Lewat acara ini, kita diajak untuk lebih sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan, khususnya laut.

    Jadi, kalau ada kesempatan, coba deh luangkan waktu buat melihat langsung tradisi ini. Selain seru, kamu juga bakal belajar banyak hal tentang kearifan lokal yang penuh makna.

    Tradisi Syukuran Laut di Banten merayakan rasa syukur kepada alam dan laut, penuh makna spiritual, kebersamaan, serta pesan pelestarian lingkungan.***

    Banten Syukuran Laut Tradisi
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Potensi 42.000 Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Gerakan Santripreneur Banten Masuk Agenda Nasional

    Recent Post

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    16 Februari, 2026

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.