BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 dari Universitas Bina Bangsa mereka secara resmi memperkenalkan program kerja (proker) inovatif di bidang teknologi, yaitu pembuatan alat penanam jagung dari bahan pralon (pipa PVC) pada Jumat, 18 Juli 2025
Proker ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi pertanian di Desa Bojong Pandan. Dipilihnya alat penanam jagung dari pralon didasari oleh kebutuhan petani setempat akan alat bantu tanam yang efisien, murah, dan mudah dibuat. Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas pertanian utama di wilayah ini.
“Kami melihat bahwa proses menanam jagung secara manual membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Dengan memperkenalkan alat penanam dari pralon ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan produktivitas petani serta mengurangi beban kerja mereka,” ujar Angel, Perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 68 saat presentasi.
Pada kesempatan yang sama, Indra, anggota KKM 68 juga membuka suara. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada kerjasama semua pihak.
“Respon positif masyarakat Desa Bojong Pandan tentu sangat membanggakan bagi kami. Keberhasilan program ini bergantung pada kerjasama semua pihak. Kami berharap alat ini meningkatkan produktivitas pertanian dan berkomitmen memberikan pendampingan kepada para petani,” pungkas Indra.
Alat penanam jagung dari pralon ini dirancang dengan konsep kesederhanaan dan fungsionalitas. Material pipa PVC dipilih karena sifatnya yang ringan, awet, dan mudah didapatkan, sehingga biaya pembuatannya pun sangat terjangkau. Desainnya memungkinkan penanaman benih jagung dengan jarak dan kedalaman yang seragam, yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang optimal.
Pemerintah desa dan para petani yang hadir menyambut baik inisiatif mahasiswa. Lurah Bojong Pandan, Hulman, menyampaikan apresiasinya. Ia juga berharap program dari KKM ini membawa dampak positif.
“Inovasi seperti ini sangat kami butuhkan. Mahasiswa KKM tidak hanya memberikan teori, tapi juga langsung praktik dengan solusi yang relevan. Kami harap program ini bisa berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani kami,” tegas Hulman.
Selanjutnya, kelompok 68 berharap program di bidang teknologi ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang ada di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.***







