Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Peluang Kota Serang Jadi Lokasi PSEL Capai 90 persen, Legislatif Beri Catatan ke DLH

    05 Desember, 2025

    Wali Kota Serang Budi Rustandi Tinjau Tiga RTLH di Kecamatan Walantaka dan Curug

    05 Desember, 2025

    Tangkap, Kejari Kukar Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Factory Sharing

    05 Desember, 2025

    Polda Banten Bongkar 10 Kasus Tambang Ilegal di Tiga Wilayah, 8 Tersangka Diamankan

    04 Desember, 2025
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»KAMPUS»Mahasiswa KKM 43 Universitas Bina Bangsa Sukseskan Program Pelestarian Batik Cikadu di Pandeglang
    KAMPUS

    Mahasiswa KKM 43 Universitas Bina Bangsa Sukseskan Program Pelestarian Batik Cikadu di Pandeglang

    Oleh Rizki Mubarok21 Juli, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa telah berhasil menjalankan program pelestarian dan pengembangan Batik Cikadu di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu, 19 Juli 2025. Program ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya lokal dan memberdayakan masyarakat.

     

    Di tengah arus globalisasi dan gaya hidup modern, masyarakat Desa Tanjungjaya tetap menjaga warisan budaya mereka melalui Batik Cikadu, sebuah kain bermotif yang kaya akan makna dan nilai-nilai lokal. Batik Cikadu sendiri telah dikenal sejak tahun 2015 berkat inisiatif Ibu Sumyati, yang menggagas pelatihan membatik bagi masyarakat sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. Motif-motifnya, seperti badak bercula satu, lesung, daun nipah, dan ikan laut, merefleksikan kehidupan masyarakat pesisir yang lekat dengan alam dan Taman Nasional Ujung Kulon.

     

    Bapak Amsari, seorang perajin dan tokoh penggerak Batik Cikadu, menjelaskan filosofi di balik setiap motif.

     

    “Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa desa ini kaya budaya. Lewat batik, kami menyampaikan pesan tentang alam dan identitas kami,” ujarnya.

     

    Keunikan Batik Cikadu tidak hanya terletak pada motifnya, tetapi juga proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik cap dan tulis manual, menghasilkan warna-warna alami yang tenang dan khas. Hal ini menjadikan batik tersebut semakin diminati masyarakat, dari kalangan pelajar hingga pegawai negeri.

     

    Meskipun demikian, para perajin masih menghadapi tantangan dalam pemasaran dan digitalisasi, banyak yang masih bergantung pada penjualan konvensional. Melihat hal ini, mahasiswa KKM Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa, bersama pendamping lokal, turun tangan memberikan pelatihan branding dan pemasaran digital. Tujuannya adalah agar produk Batik Cikadu mampu menembus pasar yang lebih luas.

     

    “Batik ini harus dikenal tidak hanya di Pandeglang, tapi juga secara nasional, bahkan internasional. Kami bantu mengenalkan melalui media digital,” ujar Leyla Ayu Azkiyah, salah satu mahasiswa KKM yang bertugas di Desa Cikadu.

     

    Dengan dukungan dari berbagai pihak dan promosi yang berkelanjutan, Batik Cikadu diharapkan mampu menjadi ikon budaya dan produk unggulan Kabupaten Pandeglang. Batik Cikadu bukan sekadar kain, melainkan simbol jati diri dan semangat masyarakat Panimbang dalam menjaga warisan leluhur mereka. Keberhasilan program KKM ini membuktikan peran penting mahasiswa dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.***

    KKM UNIBA
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    PMII Piksi Input Serang Gelar Open Donasi untuk Korban Bencana Alam Sumatra di Lampu Merah PCI Cilegon

    NEWS 01 Desember, 2025

    Seminar Career Branding di MA Sulamul Falah Panimbang Dorong Pelajar Siapkan Masa Depan Sejak Dini

    NCW Laporkan Mantan Kajari Enrekang ke Jamwas Kejagung Terkait Dugaan Pemerasan Rp 2 Miliar

    Gubernur Banten Dinilai Tidak Tegas: Kemacetan dan Polusi Bojonegara-Pulo Ampel Kian Mengkhawatirkan

    PWNU Banten Serukan Islah Terkait Polemik di PBNU

    Recent Post

    Galangan Kapal Modern Arjaya Berkah Marine Jadi Magnet Baru Industri Maritim di Banten

    04 Desember, 2025

    Wali Kota Serang Budi Rustandi Datangi Rumah Warga yang Atapnya Roboh

    04 Desember, 2025

    Ratusan Bangunan Liar di Sempadan Sungai Padek Kota Serang Dibongkar

    04 Desember, 2025

    Ketua TP-PKK Kota Serang Arfina Rustandi Sabet Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia 2025

    04 Desember, 2025

    1.600 RTLH di Kota Serang Akan Diperbaiki Lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 2026

    03 Desember, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.