BANTENCORNER.COM- Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 43 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Stop Bullying, Jadilah Teman yang Baik” di SDN Tanjungjaya 2, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KKM 43 dalam menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar di Desa Tanjungjaya. Bertempat di dalam ruang kelas yang sederhana namun penuh semangat, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan serta bagaimana cara mencegahnya.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video pendek yang menggambarkan dampak psikologis dari bullying. Banyak siswa terlihat mulai memahami bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga bisa berupa kata-kata kasar, ejekan, pengucilan, hingga menyebarkan kabar bohong.
Alfaizah, Koordinator Bidang Pendidikan KKM 43, memberikan pemahaman menyeluruh dengan pendekatan komunikatif dan ramah anak. Ia menjelaskan bahwa tindakan sekecil apapun bisa melukai perasaan orang lain, dan penting bagi setiap anak untuk menjadi teman yang baik, bukan sumber ketakutan bagi sesama.
“Kami ingin anak-anak bisa mengenali perundungan dari hal-hal kecil di sekitar mereka. Lebih penting lagi, mereka harus tahu bahwa mereka punya kekuatan untuk menghentikannya dengan menjadi teman yang baik dan saling melindungi,” jelas Alfaizah.
Dalam sesi diskusi kelompok, para siswa dibagi menjadi tim kecil untuk berbagi pengalaman dan pandangan pribadi. Beberapa siswa dengan berani mulai menceritakan pengalaman mereka—baik sebagai korban, pelaku tanpa sadar, maupun saksi.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh siswa menuliskan janji mereka untuk tidak melakukan bullying di atas kertas warna-warni. Kertas-kertas itu ditempel di papan tulis menjadi kolase besar bertuliskan: “Kami Bersama Melawan Bullying.”
Melalui kegiatan sederhana ini, KKM 43 Universitas Bina Bangsa berharap dapat menanamkan kesadaran sosial dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Ini bukan sekadar program kerja, tapi bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda. Kami percaya perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil seperti ini” tutup Faizah.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan siswa, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi karakter mampu membentuk masa depan yang lebih ramah dan penuh empati.







