BANTENCORNER.COM – Dalam rangka memperingati Hari ASI Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Agustus, sebuah kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat dan Cerdas” sukses digelar di Kampung Cikadu, Desa Tanjung Jaya. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok 43 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Acara yang berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, menghadirkan narasumber ahli di bidangnya. Deti Ashaprihatin, Amd.Keb, seorang bidan berpengalaman dalam kesehatan ibu dan anak, memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya ASI eksklusif.

Bidan Deti menekankan manfaat luar biasa ASI bagi bayi. Ia menjelaskan bahwa ASI bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan perlindungan dari berbagai penyakit. Hal ini sejalan dengan tema penyuluhan yang menekankan pentingnya ASI eksklusif untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

“ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi, tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit,” ungkap Bidan Deti, saat menyampaikan materi penyuluhan.

Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab interaktif juga menjadi bagian penting dari acara tersebut. Para ibu muda di Kampung Cikadu antusias bertanya seputar kendala dan pengalaman mereka dalam menyusui. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Ketua Bidang Kesehatan Kelompok 43 KKM Universitas Bina Bangsa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Mereka berharap penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif.

“Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya ASI eksklusif dan mampu menerapkannya demi generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujar ketua kelompok tersebut.

Acara ditutup dengan pembagian leaflet edukatif dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dan edukasi berkelanjutan.

Leave A Reply

Exit mobile version