BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKM) 91 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) secara rutin menggelar kegiatan mengajar ngaji di Taman Baca Desa Cerukcuk, Banten. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam Senin, Selasa, dan Kamis, di bulan Agustus 2025 selama kegiatan KKM berlangsung dengan melibatkan antusias anak-anak desa yang ingin belajar membaca Al-Qur’an.
Kegiatan mengajar ngaji ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak serta menanamkan semangat religius sejak dini. Para mahasiswa membimbing secara bertahap menggunakan Iqra dan Juz’ Amma, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Salah satu mahasiswa KKM 91 menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
Sandi Maulana, Mahasiswa KKM 91 merasa senang bisa berbagi ilmu dan mendampingi anak-anak Desa Cerukcuk dalam belajar Al-Qur’an.
“Kami merasa senang bisa berbagi ilmu dan mendampingi anak-anak Desa Cerukcuk dalam belajar Al-Qur’an. Semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut meskipun program KKM kami selesai,” ujarnya.
Pengurus Taman Baca Desa Cerukcuk memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh mahasiswa KKM 91. Mereka menilai bahwa dengan adanya jadwal rutin mengajar ngaji, anak-anak memiliki aktivitas positif pada malam hari yang bermanfaat bagi perkembangan spiritual mereka.
Kegiatan mengajar ngaji ini merupakan bagian dari program kerja bidang keagamaan KKM 91 Universitas Bina Bangsa. Program ini dirancang untuk memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda.
Diharapkan, tradisi belajar bersama ini dapat terus dijaga oleh masyarakat Desa Cerukcuk sebagai investasi moral dan spiritual generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang mulia.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak Desa Cerukcuk dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Mahasiswa KKM 91 berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama.***







