BANTENCORNER.COM — Semangat juang dan kerja keras kembali ditunjukkan oleh kader muda Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Fadel Ramadhan, warga Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, berhasil meraih beasiswa kuliah ke Tiongkok dan bersiap menapaki masa depan di industri baterai global (20/10/2025).
Fadel, yang saat ini aktif sebagai Media Ansor Kecamatan Kasemen, telah bergabung dengan Ansor sejak tahun lalu. Meskipun tergolong baru, semangat kontribusinya untuk organisasi dan masyarakat patut diapresiasi. Ia menjadi inspirasi bagi kader muda lain bahwa peluang besar bisa diraih dengan tekad kuat.
Perjalanan Fadel menuju beasiswa ini tidaklah mudah. Ia mengaku, awalnya informasi tentang program beasiswa ke Tiongkok ia peroleh dengan usahanya sendiri, tanpa arahan khusus dari pihak luar. Dari sanalah tekadnya tumbuh untuk terus mencari peluang demi masa depan.
“Banyak hal yang saya lalui, mulai dari tidak adanya support hingga akhirnya beberapa orang percaya akan adanya proses,” tutur Fadel.
Ia bercerita bahwa keterbatasan dana dan minimnya dukungan awal sempat menjadi tantangan besar. Bahkan, upayanya mengajukan program les bahasa Mandarin ke pemerintah kota sempat tak mendapat respon.
Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Menjelang akhir 2025, ia kembali mencoba mendaftar beasiswa melalui internet dan jejaring kenalan. Upaya itu berhasil. Ia memperoleh beasiswa yang mencakup biaya kuliah dan tempat tinggal, meski biaya hidup, tiket, visa, dan asuransi harus ia tanggung sendiri.
Fadel kemudian melakukan audiensi ke Pemerintah Kota Serang. Dukungan nyata datang dari Wali Kota Serang dan Dinas Pendidikan, yang saat ini dipimpin oleh Ketua PP Ansor Ahmad Nuri. Proposal bantuannya disetujui, dan dana yang terkumpul cukup untuk menutupi biaya tiket dan visa. “Alhamdulillah, walaupun tidak full, cukup untuk pemberangkatan. Sisanya saya terus berusaha sendiri,” ujarnya.
Selama proses tersebut, Fadel tidak berjalan sendirian. Dukungan besar datang dari Sahabat Ansor Kasemen, terutama Ketua Demisioner Sahabat Darmawan (Sahabat Wawan) dan seluruh anggota. Mereka terus mendoakan dan membantu Fadel hingga akhir proses.
“Tanpa mereka, saya mungkin tidak bisa sampai tahap ini,” tambahnya penuh haru.
Fadel memiliki harapan besar terhadap program beasiswa dan penempatan kerja industri ini. Ia berharap program serupa bisa terus berlanjut dan membantu masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda di Kota Serang, untuk memperoleh kesempatan kerja di industri global dan mengurangi angka pengangguran.
Setelah menyelesaikan program kuliahnya, Fadel akan bekerja di perusahaan CATL, produsen baterai terbesar di dunia. Ia juga ingin membuka jalan bagi generasi berikutnya.
“Saya ingin pemerintah kota membuka peluang yang sama untuk anak-anak muda lainnya. Jangan saya saja,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Fadel juga telah merencanakan kontribusinya untuk GP Ansor dan masyarakat setelah kembali nanti. Ia berencana memberikan les gratis bahasa Mandarin secara online khusus untuk kader Ansor, serta membuka peluang lapangan kerja bagi anggota Ansor-Banser di masa depan.
Kepada para sahabat Ansor dan generasi muda, Fadel berpesan,
“Jangan pernah menyerah terhadap proses. Yakin, terus berdoa kepada Allah SWT. Proses memang menyakitkan, tapi hasil indah hanya datang dari perjuangan panjang.”ucapnya
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan lingkungan yang telah mendukungnya secara doa dan materi.
Kisah Fadel menjadi contoh nyata kader Ansor yang mandiri, visioner, dan berani menembus batas global. Semangatnya membuktikan bahwa GP Ansor bukan hanya benteng keagamaan dan sosial, tapi juga wadah pencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah internasional.
