BANTENCORNER.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengungkap bahwa wilayah Kota Serang masih terbilang aman dari lonjakan penyakit campak, yang belakangan ini terjadi di kabupaten/ kota di Provinsi Banten.

‎Sehingga Kota Serang saat ini tidak masuk dalam kategori daerah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak.

‎”Tidak ada KLB di Kota Serang terkait campak. Itu mungkin di kabupaten lain,” ujar Hasanuddin kepada awak media di Kantor Wali Kota Serang, Senin, 3 November 2025.

‎Namun ketika disinggung terkait jumlah data masyarakat Kota Serang yang terkena penyakit campak, Kadinkes belum bisa mengungkap. Ia berkilah belum menerima data tersebut dan masih berada di petugas kesehatan masing-masing.

‎”Oh kita gak megang datanya karena anak anak semua yang pegang programnya,” katanya.

‎Meski demikian, Hasanuddin berharap masyarakat tetap waspada terhadap gejala awal campak serta risiko komplikasi yang ditimbulkan.

‎Pemkot Serang maupun pemerintah pusat diklaim telah melakukan pencegahan terhadap campak melalui pemberian imunisasi, serta pemahaman perihal berlaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

‎”Suntikannya gratis, kapas alkoholnya gratis, vaksinnya gratis, tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Datang ke puskesmas atau posyandu,” tegas Hasanuddin.

‎Hasanuddin juga meminta masyarakat Kota Serang harus sadar jika ada petugas kesehatan memberikan vaksin campak, agar penyakit ini tidak mudah menyebar luas.

‎”Harus disadarkan, jangan sampai anti vaksin. Ini lho kepentingannya vaksin itu supaya tidak tertular. Susah geh kalau ibunya gak mau divaksin, anak kan nurut sama ibunya ya,” terang dia.

‎Begitupun dengan gejala batuk pilek yang belakang ini juga dialami warga Kota Serang sampai berbulan bulan, kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca atau indikasi terkena penyakit Tuberkulosis (TBC).

‎”Kalau batuknya lama, terus berat badan tidak naik-naik, rasa gerah/ panas di malam hari, apalagi kalau batuknya sampai berdarah itu tanda tanda TBC, maka segera diobati,” ungkap Hasanuddin.

‎Untuk meredam lonjakan penyakit tersebut, pihaknya berencana melakukan penyuluhan tentang TBC kepada masyarakat melalui acara Car Free Day pada tanggal 9 November 2025 mendatang.

‎”Ya silahkan periksakan, bisa jadi faktor cuaca, bisa jadi juga karena TBC. Tolong datang ke petugas puskesmas nanti petugas akan memeriksa periksakan dengan seksama, gratis,” tandasnya.

Leave A Reply

Exit mobile version