BANTENCORNER.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Serang, Arfina Rustandi, bertemu langsung dengan sejumlah korban kekerasan perempuan dan anak serta menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan moral dan empati.
Dalam pertemuan tersebut, Arfina menekankan, perhatian pemerintah dan TP-PKK tidak hanya sebatas penanganan setelah kasus terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan.
Ia mendorong para korban maupun masyarakat untuk berani bersuara agar kasus kekerasan tidak terus tertutup.
“Kegiatan hari ini adalah rangkaian peringatan Hari Ibu. Kami mengundang beberapa korban kekerasan, memberikan sedikit bantuan dan motivasi agar mereka semangat lagi untuk bangkit,” ujar Arfina kepada awak media, Kamis, 27 November 2025.
Isti dari Wali Kota Serang ini menyebut, banyak kasus kekerasan yang tidak terungkap karena korban takut atau bingung harus melapor kepada siapa.
Karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya keberanian untuk speak up.
“Tadi saya sampaikan kepada mereka agar mau berbicara. Mereka bisa bicara ke orang terdekat, ke kami, ke saya, ke DP3AKAB. Yang penting mereka berani mengungkapkan siapa pelakunya,” ucap Arfina.
Arfina juga mengungkapkan, Satgas penanganan kekerasan telah dibentuk sebagai bagian dari langkah pencegahan dan perlindungan.
Meski begitu, struktur lengkap satgas belum dipublikasikan demi efektivitas pengawasan.
“Tim satgas sudah terbentuk. Untuk penambahan anggota kami tertutup dulu. Nanti akan diekspos beberapa struktur agar bisa bergerak cepat, dan korban bisa bercerita lebih cepat,” jelasnya.
Ia berharap momentum peringatan Hari Ibu menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.







