BANTENCORNER.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang diketahui tengah melakukan penjajakan kerja sama kembali dengan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) terkait pembuangan sampah ke TPAS Cilowong.
Hal ini terungkap pada saat Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie bertemu dengan Wali Kota Serang, Budi Rustandi di ruang kerjanya, Puspemkot Serang, Selasa, 16 Desember 2025.
Diketahui, kerja sama pembuangan sampah pernah dilakukan Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel pada 2021, kemudian dalam perjalannya kerja sama ini diputus lantara masyarakat Cilowong menolak akibat bau limbah air lindi dari truk yang melintas.
Penandatanganan kerjasama itu dilakukan pada saat Wali Kota Serang dijabat oleh Syafrudin dan Wali Kota Tangsel dijabat oleh Airin Rachmi Diany.
Kembalinya kerja sama pembuangan sampah ke Kota Serang ini diakui juga oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Menurutnya, Pemkot Serang terbuka akan hal tersebut selama kerja sama ini memberikan manfaat yang jelas bagi daerah dan masyarakat Kota Serang.
“Terbuka, intinya menyesuaikan dengan kemauan kita, lalu apa kontribusi yang diberikan kepada pemerintah Kota Serang dan harus benar-benar bermanfaat. Itu yang perlu kita kaji bersama,” ujar Budi kepada awak media.
Ia menjelaskan dalam pertemuan dengan Benyamin Davnie sempat membahas persoalan pengelolaan sampah, meski belum menjadi fokus utama pembahasan.
Saat ini Pemkot Serang masih melihat perkembangan rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Kita lihat dulu terkait PSEL seperti apa. Kalau masih kurang ya harus kerja sama, sesuai arahan dari Kemendagri, karena ini merupakan program Danantara dengan nilai investasi sekitar Rp5,7 triliun,” kata Budi
Budi menambahkan proyek PSEL membutuhkan sampah sekitar 1.500 ton per hari.
“Ini kita lagi kejar terkait MoU dengan dua daerah lagi, provinsi juga harus segera menyerahkan itu, terakhir besok tanggal 17 kalo tidak menyerahkan gagal kita,” ujarnya.
“Itu termasuk kerja sama Seragon (Serang–Cilegon) yang harus menjadi persyaratan. Ini rebutan dan tidak gampang didapat. Daerah besar seperti Tangerang Selatan saja belum tentu bisa, sementara kita dapat Danantara, ini luar biasa,” sambung Budi.
Budi menilai apabila proyek PSEL berhasil direalisasikan, dampak positifnya akan sangat besar bagi Kota Serang.
Selain mengatasi persoalan sampah, proyek ini juga akan menghadirkan investasi besar dan mendorong penataan infrastruktur yang lebih rapi dan terintegrasi.
“Dampak positifnya, sampah kita habis karena diolah jadi energi. Ada pembangunan senilai Rp5,7 triliun, infrastruktur tertata dengan baik. Tugas pemerintah tinggal memperbanyak armada pengangkut sampah sampai ke pelosok-pelosok Kota Serang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan rencana kerja sama pengelolaan pemrosesan sampah dengan Tangerang Selatan masih penjajakan awal.
“Ini baru penjajakan, baru pembahasan bagaimana Kota Serang bisa membantu atau tidak. Untuk PAD juga belum dihitung, dan kemungkinan realisasinya paling cepat tahun depan,” jelasnya.
Ia mengatakan apabila penjajakan tersebut dinilai memungkinkan, tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kemudian perjanjian kerja sama (PKS).
Untuk diketahui, kerja sama pembuangan sampah pernah dilakukan Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel pada 2021, kemudian tak berselang lama masyarakat Cilowong menolak akibat bau limbah air lindi dari truk yang melintas.






