Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan

    27 Maret, 2026

    Pengeroyokan Petugas Keamanan di Movenpick Carita, Satu Pelaku Diduga Anak Lurah Umbul Tanjung

    27 Maret, 2026

    Kawal Arus Mudik hingga Balik, Banser Banten Dirikan 11 Posko di Titik Strategis

    26 Maret, 2026

    DPRD Serang Minta Pemkot Tata Pasar Jedogan Agar Lebih Tertib dan Nyaman

    26 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan
    NEWS

    Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan

    By Rizki Mubarok27 Maret, 20262 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Ketua Umum Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Peduli Banten sekaligus Aktivis Gandasari, Erick Ferdyan, melontarkan kecaman keras terhadap pelaksanaan proyek galian pipa yang dikerjakan oleh Perumda Tirta Benteng. Pengerjaan dinilai sangat buruk, membahayakan keselamatan, serta merugikan masyarakat luas. 

    Menurut pengamatan di lapangan, proyek tersebut meninggalkan sejumlah masalah serius. Bekas galian dibiarkan terbuka tanpa penutupan yang layak, permukaan jalan lingkungan menjadi rusak parah, serta minimnya pemasangan alat keselamatan atau rambu pengaman bagi warga sekitar.

    “Ini bukan lagi soal teknis, ini adalah bentuk kelalaian yang nyata. Warga dipaksa hidup dengan risiko akibat proyek yang dikerjakan secara sembrono,” tegas Erick Ferdyan. 

    Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh warga di lokasi, khususnya di Jalan AMD, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung. Warga mengeluhkan jalan yang sebelumnya mulus dan baik kini berubah menjadi rusak, bergelombang, dan penuh lubang. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.

    Erick menegaskan, permasalahan ini sudah masuk kategori pembiaran yang membahayakan nyawa, bukan sekadar keluhan biasa. Jalan yang dirusak lalu ditinggalkan tanpa perbaikan maksimal menunjukkan ketidakpedulian pihak penyelenggara terhadap keselamatan publik.

    Lemahnya sistem pengawasan terhadap kontraktor pelaksana dinilai sebagai akar dari semua masalah ini. Tanpa kontrol yang ketat, kualitas pengerjaan menjadi buruk dan masyarakatlah yang akhirnya menanggung beban kerugian.

    “Ketika pengawasan lemah, maka yang dikorbankan adalah masyarakat. Ini kegagalan yang tidak bisa ditutup-tutupi,” ujarnya.

    Sebagai bentuk tanggapan serius, pihaknya memastikan akan segera menggelar aksi demonstrasi. Langkah ini diambil agar pihak terkait segera bertindak dan tidak menganggap remeh keluhan warga.

    “Kami tidak akan diam. Dalam waktu dekat, kami akan turun ke jalan. Ini adalah peringatan keras bahwa masyarakat tidak bisa terus dijadikan korban dari proyek yang tidak bertanggung jawab,” ucap Erick.

    Ada lima tuntutan utama yang akan diajukan dalam aksi tersebut, meliputi perbaikan total dan menyeluruh tanpa penundaan, pertanggungjawaban penuh dari pelaksana proyek, evaluasi total terhadap kinerja kontraktor dan pengawas, jaminan keselamatan bagi seluruh warga terdampak, serta transparansi anggaran dan pelaksanaan proyek.

    Selain simbolik, aksi ini juga awal dari tekanan yang akan terus diperbesar jika tidak ada respons konkret. Jika tuntutan tidak dipenuhi, pihaknya akan mengkonsolidasikan kekuatan masyarakat dalam skala yang lebih luas.

    “Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan konsolidasikan kekuatan masyarakat dalam skala yang lebih besar. Jangan uji kesabaran warga,” pungkasnya.

    Pihaknya menegaskan, pembangunan yang mengabaikan keselamatan masyarakat adalah bentuk ketidakadilan yang harus dilawan dan tidak boleh dibiarkan terus terjadi.***

    AKSI Korban Jiwa Proyek Galian Pipa
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kapuspenkum Kejagung Akan Tindaklanjuti Laporan Gratifikasi Dr Robert Leonard Marbun

    HUKRIM 02 Februari, 2026

    Pengeroyokan Petugas Keamanan di Movenpick Carita, Satu Pelaku Diduga Anak Lurah Umbul Tanjung

    Kawal Arus Mudik hingga Balik, Banser Banten Dirikan 11 Posko di Titik Strategis

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Kisah Pilu Seorang Trader: Pengkhianatan Exness yang Menghancurkan Harapan

    Recent Post

    Pengamat: TNI Beri Contoh, Polri Perlu Perkuat Integritas Penegakan Hukum

    23 Maret, 2026

    ASDP Catat Peningkatan Arus Mudik, Heru Widodo: 6,8% Penumpang dan 18% Kendaraan

    19 Maret, 2026

    Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Dirut ASDP Heru Widodo

    19 Maret, 2026

    Polres Tangerang Kota Berhasil Tangkap 14 Terlapor, Ungkap Ragam Modus Curas Sepenjang Ramadan

    18 Maret, 2026

    Launching Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Bulog Berikan Bantuan ke Lebak-Pandeglang

    18 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.