Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kasus Pasien BPJS Tipes Diduga Ditolak, RSUD Labuan Akui Hasil Lab Berbeda

    24 Mei 2026

    Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    24 Mei 2026

    RSUD Labuan Tolak Rawat Peserta BPJS PPU Penderita Tipes, Padahal Kondisinya Kritis

    24 Mei 2026

    Tak Punya Sertifikasi tapi Digelontorkan Dana Rp5,4 M, Kasus Sewa Pesawat PT APK Diusut Kejaksaan

    22 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kasus Pasien BPJS Tipes Diduga Ditolak, RSUD Labuan Akui Hasil Lab Berbeda

    Kasus Pasien BPJS Tipes Diduga Ditolak, RSUD Labuan Akui Hasil Lab Berbeda

    Bantencorner.com24 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah (PPU) yang menderita sakit tipes oleh RSUD Labuan memasuki babak baru.

    Pasien diketahui bernama Suheri, warga Saketi, Kabupaten Pandeglang. Pasien yang menderita tipes diduga ditolak saat hendak menjalani perawatan di RSUD Labuan pada Kamis (21/5/2026).

    Kedatangan pasien ke RSUD Labuan merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Saketi.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien disarankan menjalani penanganan lanjutan karena kondisinya dinilai mengkhawatirkan.

    Namun, pihak Puskesmas Saketi tidak dapat melakukan rawat inap lantaran ruang perawatan penuh.

    Sehingga pihak puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RS Aulia atau RSUD Labuan.

    Akui Perbedaan Hasil Lab

    RSUD Labuan membenarkan perbedaan hasil uji laboratorium dengan Puskesmas Saketi. Pernyataan itu disampaikan RSUD Labuan melalui akun Instagram resminya @rsud_midlabuan.

    Untuk diketahui, pengambilan sampel uji lab di Puskesmas Saketi dilakukan pukul 09.29 WIB. Pasien datang ke RSUD Labuan sekira pukul 11.45 WIB.

    “Adanya perbedaan antara hasil pemeriksaan sebelumnya dengan pemeriksaan terkini kami adalah hal yang dapat terjadi karena kondisi seseorang bisa berubah setiap waktu,” tulis akun @rsud_midlabuan, Minggu (24/5/2026).

    “Bahwa hasil pemeriksaan pada saat itu disimpulkan yang bersangkutan tidak ada indikasi rawat inap dan telah dilakukan observasi, pemeriksaan penunjang, dan terapi di IGD RS serta telah diberikan obat untuk diminum di rumah. Hal tersebut sudah sesuai dengan protap kami,” sambungnya.

    Klaim Penanganan Sesuai SOP

    Pihak rumah sakit mengklaim telah melakukan penanganan terhadap pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit.

    “Kami sampaikan bahwa penanganan kami sudah sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit berdasarkan kondisi objektif hasil pemeriksaan kedokteran pada saat itu,” tulisnya.

    Pihak rumah sakit juga mengklaim akan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan medis sesuai standar penanganan terkini.

    RSUD MID Labuan juga menyampaikan empati atas kondisi yang dialami pasien dan berharap yang bersangkutan segera pulih.

    Pihak rumah sakit memastikan siap memberikan penanganan lanjutan apabila kondisi pasien memburuk atau muncul gejala lain.

    “Kami sangat berempati atas sakit yang dialami yang bersangkutan dan mendoakan semoga cepat sembuh. Namun, jika belum membaik atau ada gejala yang terasa lebih sakit, kami dengan senang hati menangani untuk pengobatan selanjutnya,” tutupnya.

    Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan

    Komisi V DPRD Banten memastikan akan menegur dan meminta klarifikasi kepada RSUD Labuan terkait dugaan penolakan rawat inap terhadap pasien BPJS Kesehatan PPU.

    Anggota Komisi V DPRD Banten, Abraham Garuda Laksono, menyayangkan dugaan penolakan pasien oleh RSUD Labuan tersebut.

    “Tidak boleh ada penolakan pasien di rumah sakit ataupun pasien dibiarkan menunggu terlalu lama, apalagi kondisinya membutuhkan penanganan cepat,” kata Abraham kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

    “Kalau kondisinya sudah seperti itu, tentu harus mendapatkan penanganan lebih lanjut karena ini bukan gejala biasa,” sambungnya.

    Menurut dia, pasien tersebut sudah melalui proses pemeriksaan laboratorium di puskesmas dan telah direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

    “Pasien sudah disarankan dirawat oleh pihak puskesmas. Selain itu, pasien juga mengeluhkan kondisinya dan meminta untuk dirawat,” ujarnya.

    Ia meminta pihak rumah sakit bersikap profesional dan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan, terlebih kondisi tersebut menyangkut keselamatan pasien.

    “Pasien harus segera mendapatkan perhatian lebih, apalagi demam yang dialami sudah berlangsung cukup lama dan kondisinya masih lemah,” ucapnya.

    Sebagai tindak lanjut, Abraham menegaskan pihaknya akan memanggil manajemen RSUD Labuan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

    “Ini menjadi perhatian kami. Kami akan menegur dan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit,” tegasnya.

    Ditolak Rumah Sakit Pasien BPJS Rawat Inap RSUD Banten

    Related Posts

    NEWS

    Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    24 Mei 2026
    NEWS

    RSUD Labuan Tolak Rawat Peserta BPJS PPU Penderita Tipes, Padahal Kondisinya Kritis

    24 Mei 2026
    NEWS

    Sekda Deden Apriandhi Apresiasi RSUD Banten Raih Predikat Zona Integritas

    12 Februari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    KAMPUS 18 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    LBH Ansor Banten Soroti Insiden Ojek Online yang Dilindas Mobil Polisi

    IKAMABA Resmi Buka Program PKM, Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Baros

    Recent Post

    Gugatan Hasil Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Masih Bergulir, Sidang Lanjutan Dijadwalkan Juni 2026

    21 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    20 Mei 2026

    Kadindikbud Kota Serang Ngamuk saat Sidak di SDN Karangantu: Toilet Berantakan hingga Guru Menangis

    20 Mei 2026

    Catut Nama Pejabat BGN, 4 Orang Tipu Calon Mitra SPPG Rugikan Rp1,9 Miliar

    19 Mei 2026

    Gagal Kuasai Apartemen Regatta, Upaya PKPU Buyung Gunawan Ditolak Hakim

    19 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.