Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    SPMB 2026, Dindikbud Kota Serang Libatkan 24 Sekolah Swasta, Jamin Keadilan dan Transparan

    9 Juni 2026

    Ditemukan Tewas di Kontrakan, Pembunuhnya Ternyata Rekan

    9 Juni 2026

    ‎Rumah Ludes Terbakar, Anggota Dewan Kota Serang Fraksi Golkar Kirim Bantuan untuk Korban

    9 Juni 2026

    Polemik THM di Kota Serang, Ketua DPRD Desak Satpol PP Berani Bertindak: Kita Ini Pemerintah, Jangan Kalah

    9 Juni 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    Bantencorner.com24 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan di RSUD Labuan berlanjut. Sejumlah petugas medis dari rumah sakit milik daerah tersebut dilaporkan mendatangi rumah orang tua Suheri, pasien penderita tipes yang sempat dipulangkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kunjungan mendadak pada Sabtu (23/5/2026) siang itu sempat memicu kepanikan pihak keluarga.

    Insiden ini berakar dari kejadian pada Kamis (21/5/2026), saat Suheri, seorang peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU) asal Kecamatan Saketi, diarahkan untuk rawat inap berdasarkan hasil uji laboratorium puskesmas yang mengkhawatirkan. Namun, karena ruang perawatan Puskesmas Saketi penuh, ia dirujuk ke RSUD Labuan yang kemudian justru memulangkannya.

    Kedatangan Nakes Bikin Keluarga Bingung

    Istri pasien, Siti Nurlaila, membenarkan bahwa rumah mertuanya didatangi oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang diduga kuat berasal dari RSUD Labuan sekitar pukul 12.34 WIB. Meski demikian, para petugas tidak berhasil menemui pasien karena Suheri saat ini sedang berada di kediaman mereka di Kecamatan Jiput.

    “Pihak keluarga kedatangan pegawai dari RSUD Labuan, di rumah cuma ada cucu dan ibu (mertua-red),” ungkap Siti kepada media

    Siti menyayangkan langkah perwakilan rumah sakit yang datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu, sehingga membuat ibu mertuanya yang sudah lanjut usia merasa terkejut dan bingung.

    “Ibu kebingungan, kaget dan bertanya-tanya, ada apa?,” jelasnya. Menurut Siti, kedatangan para petugas tersebut ditengarai untuk meminta klarifikasi mengenai ramainya pemberitaan terkait penolakan suaminya.

    “Ibu mertua saya tidak tahu menahu tentang kondisi anaknya, ibu mengira soal kondisi kesehatan suami saya, karena suami tinggal bersama saya,” tambah Siti.

    Pembelaan RSUD Labuan: Hanya Silaturahmi

    Di sisi lain, Humas RSUD Labuan, Ida Komala, menepis tudingan adanya upaya tekanan emosional terhadap keluarga pasien. Ida mengklaim kedatangan timnya murni bertujuan untuk memantau perkembangan kesehatan pasien dan memberikan penjelasan mengenai prosedur medis yang telah berjalan.

    “Saya ke sana hanya sekedar silaturahmi untuk melihat kondisi pasien dan menyampaikan kronologis medisnya,” dalih Ida. “Tidak ada intimidasi maupun membuat ibu pasien panik,” sambungnya menegaskan.

    Ida membenarkan bahwa pihaknya langsung berpamitan setelah mengetahui Suheri tidak berada di lokasi tersebut.

    “Ibu pasien tadi juga sambutannya ramah dan baik, kita hanya mengobrol sebentar. Kemudian saya pulang karna pasien dan istrinya tidak ada di rumah,” sebutnya.

    DPRD Banten Tetap Jadwalkan Pemanggilan

    Kendati pihak rumah sakit berupaya melakukan pendekatan ke keluarga, Komisi V DPRD Banten memastikan agenda pemanggilan dan teguran terhadap manajemen RSUD Labuan tetap berjalan. Langkah ini diambil sebagai respons atas aduan mandeknya pelayanan bagi pemegang kartu jaminan kesehatan nasional.

    Anggota Komisi V DPRD Banten, Abraham Garuda Laksono, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik pemerintah dilarang keras menelantarkan pasien yang membutuhkan tindakan darurat, terlebih bagi pasien rujukan faskes pertama.

    “Tidak boleh ada penolakan pasien di rumah sakit ataupun dibiarkan menunggu lama, apalagi pasien membutuhkan atensi secepatnya,” kata Abraham Sabtu (23/5/2026).

    “Kalau sudah separah itu kan harus mendapatkan penanganan yang lebih karena ini bukan gejala biasa,” lanjutnya.

    Abraham mengingatkan status pasien sudah diperkuat oleh hasil laboratorium yang menyatakan kondisinya mengkhawatirkan.

    “Pasien sudah diberi masukan untuk dirawat dari pihak puskesmas dan pasien pun sudah mengeluhkan kondisinya dan meminta untuk dirawat,” ujarnya.

    Politisi ini mendesak agar RSUD Labuan mengutamakan aspek kemanusiaan ketimbang urusan administratif operasional.

    “Pasien harus lekas mendapatkan atensi lebih, apalagi demam sudah lama dan pasien juga masih mengeluhkan kondisinya,” ucap Abraham.

    DPRD Banten berjanji akan mengawal kasus ini agar ada perbaikan menyeluruh pada sistem rujukan kesehatan di Banten. “Ini menjadi atensi kami. Kami akan menegur dan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit,” tambahnya

    Nakes Pasien BPJS RSUD Labuan
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Diduga Terjadi Tindakan Premanisme di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

    NEWS 31 Mei 2026

    Serikat Petani Banten Dideklarasikan, Perjuangkan Reforma Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan

    SPMB 2026, Dindikbud Kota Serang Libatkan 24 Sekolah Swasta, Jamin Keadilan dan Transparan

    Bulog Jaga Kestabilan Harga, Pasar Rangkasbitung Tetap Kondusif

    ‎Rumah Ludes Terbakar, Anggota Dewan Kota Serang Fraksi Golkar Kirim Bantuan untuk Korban

    Recent Post

    Di Balik Tekanan Rupiah: Kedaulatan yang Harus Dibayar Mahal

    9 Juni 2026

    Serikat Petani Banten Dideklarasikan, Perjuangkan Reforma Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan

    8 Juni 2026

    IeSPA Banten Raih Penghargaan Provinsi Paling Kreatif

    7 Juni 2026

    Bulog Jaga Kestabilan Harga, Pasar Rangkasbitung Tetap Kondusif

    7 Juni 2026

    Sowan ke Wamendagri, BM PAN Siap Gelar Kongres VII di Banten

    6 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.