Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Mahasiswa KKM UNIBA Bangun TPA Berteknologi Rocket Stove untuk Tekan Permasalahan Sampah Desa

    5 September 2026

    Mahasiswa KKM UNIBA Bantu Desa Bangun Akun Media Sosial untuk Promosi dan Informasi

    5 September 2026

    Dukung Kesehatan Ibu dan Janin, Mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang Berkolaborasi dengan Puskesdes Gelar Senam Hamil di Kelas Ibu Hamil

    5 September 2026

    Inovasi Kuliner, KKM 63 UNIBA Olah rumput Laut Jari Produk Dodol Di Pulo Panjang

    5 September 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orangtua Pasien BPJS yang Ditolak Rawat Inap, Keluarga Pasien Bingung

    Bantencorner.com24 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan di RSUD Labuan berlanjut. Sejumlah petugas medis dari rumah sakit milik daerah tersebut dilaporkan mendatangi rumah orang tua Suheri, pasien penderita tipes yang sempat dipulangkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kunjungan mendadak pada Sabtu (23/5/2026) siang itu sempat memicu kepanikan pihak keluarga.

    Insiden ini berakar dari kejadian pada Kamis (21/5/2026), saat Suheri, seorang peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU) asal Kecamatan Saketi, diarahkan untuk rawat inap berdasarkan hasil uji laboratorium puskesmas yang mengkhawatirkan. Namun, karena ruang perawatan Puskesmas Saketi penuh, ia dirujuk ke RSUD Labuan yang kemudian justru memulangkannya.

    Kedatangan Nakes Bikin Keluarga Bingung

    Istri pasien, Siti Nurlaila, membenarkan bahwa rumah mertuanya didatangi oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang diduga kuat berasal dari RSUD Labuan sekitar pukul 12.34 WIB. Meski demikian, para petugas tidak berhasil menemui pasien karena Suheri saat ini sedang berada di kediaman mereka di Kecamatan Jiput.

    “Pihak keluarga kedatangan pegawai dari RSUD Labuan, di rumah cuma ada cucu dan ibu (mertua-red),” ungkap Siti kepada media

    Siti menyayangkan langkah perwakilan rumah sakit yang datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu, sehingga membuat ibu mertuanya yang sudah lanjut usia merasa terkejut dan bingung.

    “Ibu kebingungan, kaget dan bertanya-tanya, ada apa?,” jelasnya. Menurut Siti, kedatangan para petugas tersebut ditengarai untuk meminta klarifikasi mengenai ramainya pemberitaan terkait penolakan suaminya.

    “Ibu mertua saya tidak tahu menahu tentang kondisi anaknya, ibu mengira soal kondisi kesehatan suami saya, karena suami tinggal bersama saya,” tambah Siti.

    Pembelaan RSUD Labuan: Hanya Silaturahmi

    Di sisi lain, Humas RSUD Labuan, Ida Komala, menepis tudingan adanya upaya tekanan emosional terhadap keluarga pasien. Ida mengklaim kedatangan timnya murni bertujuan untuk memantau perkembangan kesehatan pasien dan memberikan penjelasan mengenai prosedur medis yang telah berjalan.

    “Saya ke sana hanya sekedar silaturahmi untuk melihat kondisi pasien dan menyampaikan kronologis medisnya,” dalih Ida. “Tidak ada intimidasi maupun membuat ibu pasien panik,” sambungnya menegaskan.

    Ida membenarkan bahwa pihaknya langsung berpamitan setelah mengetahui Suheri tidak berada di lokasi tersebut.

    “Ibu pasien tadi juga sambutannya ramah dan baik, kita hanya mengobrol sebentar. Kemudian saya pulang karna pasien dan istrinya tidak ada di rumah,” sebutnya.

    DPRD Banten Tetap Jadwalkan Pemanggilan

    Kendati pihak rumah sakit berupaya melakukan pendekatan ke keluarga, Komisi V DPRD Banten memastikan agenda pemanggilan dan teguran terhadap manajemen RSUD Labuan tetap berjalan. Langkah ini diambil sebagai respons atas aduan mandeknya pelayanan bagi pemegang kartu jaminan kesehatan nasional.

    Anggota Komisi V DPRD Banten, Abraham Garuda Laksono, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik pemerintah dilarang keras menelantarkan pasien yang membutuhkan tindakan darurat, terlebih bagi pasien rujukan faskes pertama.

    “Tidak boleh ada penolakan pasien di rumah sakit ataupun dibiarkan menunggu lama, apalagi pasien membutuhkan atensi secepatnya,” kata Abraham Sabtu (23/5/2026).

    “Kalau sudah separah itu kan harus mendapatkan penanganan yang lebih karena ini bukan gejala biasa,” lanjutnya.

    Abraham mengingatkan status pasien sudah diperkuat oleh hasil laboratorium yang menyatakan kondisinya mengkhawatirkan.

    “Pasien sudah diberi masukan untuk dirawat dari pihak puskesmas dan pasien pun sudah mengeluhkan kondisinya dan meminta untuk dirawat,” ujarnya.

    Politisi ini mendesak agar RSUD Labuan mengutamakan aspek kemanusiaan ketimbang urusan administratif operasional.

    “Pasien harus lekas mendapatkan atensi lebih, apalagi demam sudah lama dan pasien juga masih mengeluhkan kondisinya,” ucap Abraham.

    DPRD Banten berjanji akan mengawal kasus ini agar ada perbaikan menyeluruh pada sistem rujukan kesehatan di Banten. “Ini menjadi atensi kami. Kami akan menegur dan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit,” tambahnya

    Nakes Pasien BPJS RSUD Labuan
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    KAMPUS 5 September 2026

    Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, KKM 63 Kolaborasi Bersama Pita Putih Indonesia Provinsi Banten Gelar Sosialisasi PHBS dan Resmikan Rocket Stove

    KKM Kelompok 63 Pulo Panjang 2 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Pulo Panjang 1

    Sinergi Bersama Puskesdes Setempat, Mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2 Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi BIAS di SDN Pulo Panjang 1

    Atasi Sampah Organik, KKM 12 UNIBA Beri Pelatihan Biopori Kompos dan Teknologi Komposter di Kelurahan Sukalaksana

    Recent Post

    Kreatif, KKM 78 Sumurbandung ubah Sampah Nonorganik Jadi Gantungan Kunci

    5 September 2026

    KKM 78 Sumurbandung Hadirkan AKAL, Inovasi Sederhana untuk Kelola Sampah Organik

    5 September 2026

    KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    5 September 2026

    KKM Kelompok 63 Pulo Panjang 2 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Pulo Panjang 1

    5 September 2026

    Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, KKM 63 Kolaborasi Bersama Pita Putih Indonesia Provinsi Banten Gelar Sosialisasi PHBS dan Resmikan Rocket Stove

    5 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.