Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Imbas Dilaporkan, Camat Curug Kota Serang Tetapkan Status Quo Karang Taruna, Minta Semua Pihak Hormati Proses Mediasi

    27 Juli 2026

    Generasi Cerdas Finansial Dimulai dari Bangku SD! KKM UNIBA Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan di SDN Domas 1 dan MI Misbahul Mubtadi’in

    27 Juli 2026

    27 Juli 2026

    Mahasiswa KKM Kelompok 78 Sumurbandung Terima Kunjungan Monitoring dan Evaluasi Korcam Cikulur

    27 Juli 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Serikat Petani Banten Dideklarasikan, Perjuangkan Reforma Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan

    Serikat Petani Banten Dideklarasikan, Perjuangkan Reforma Agraria Sejati dan Kedaulatan Pangan

    Rizki Mubarok8 Juni 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Serikat Petani Banten (SPEBA) secara resmi mendeklarasikan keberadaannya pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 23.06 WIB di Posko Petani Kampung Montor, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata perjuangan mewujudkan Reforma Agraria yang sejati serta menjamin kedaulatan pangan bagi seluruh petani di Banten.

    Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperjuangkan hak milik atas tanah, menyelesaikan berbagai konflik agraria yang berlangsung lama, serta mengakhiri ketimpangan penguasaan lahan yang masih terjadi di wilayah Provinsi Banten.

    Hadir dalam acara tersebut Nandang Wirakusuma, aktivis Reforma Agraria yang sudah berkiprah sejak masa pasca reformasi 1999, yang sebelumnya pernah mendirikan Serikat Petani Banten (SPB). Ia dikenal dengan sapaan akrab Bang Wira menyampaikan bahwa Reforma Agraria sejati bukan sekadar berhenti pada pembagian sertifikat tanah, melainkan harus mendistribusikan sumber-sumber kemakmuran dan menata ulang struktur penguasaan lahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.

    “Reforma Agraria sejati adalah membagi keadilan, bukan sekadar kertas sertifikat. Hari ini kita berdiri bersama untuk mengawal hak-hak rakyat. SPEBA ini adalah SPB Reborn nama berubah, tapi tujuan perjuangan tetap sama: mewujudkan Reforma Agraria yang benar-benar berpihak pada petani,” ujarnya.

    Selain pembacaan naskah deklarasi, acara juga dirangkai dengan doa bersama yang dipimpin para petani sebagai tanda bersyukur atas berdirinya Posko Petani yang dibangun secara swadaya oleh kader dan anggota SPEBA.

    Menurut Marka, pengurus SPEBA Cigeulis, posko ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan markas perjuangan.

    “Di sini para petani bisa bercerita mengenai masalah di lahan garapan mereka. Kami juga menjadikan tempat ini sebagai ruang pendidikan: baik pendidikan hukum agraria dan hukum negara, maupun tempat belajar bagi anak-anak petani setelah selesai bersekolah. Alhamdulillah, selama ini mahasiswa dari organisasi FAM Serang Raya telah rutin memberikan pengajaran bagi anak-anak kami,” jelasnya.

    Struktur Organisasi SPEBA

    – Ketua Umum: Sukandar (Bung Nandar)

    – Sekretaris Umum: Kahfi

    – Bendahara Umum: Siti Nabila Rahma

    Ketua Umum Sukandar menjelaskan bahwa pembentukan SPEBA dilatarbelakangi oleh masih masifnya ketimpangan struktural kepemilikan tanah serta perlindungan hak-hak petani, masyarakat adat, dan kelompok marjinal di wilayah pedesaan. Pendidikan bagi petani dan anak petani menjadi prioritas utama organisasi ini.

    Visi SPEBA:

    Terwujudnya keadilan sosial melalui penataan ulang struktur penguasaan lahan yang timpang demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat.

    Misi Utama SPEBA:

    1. Memperjuangkan hak atas tanah bagi kaum tani miskin dan masyarakat adat.

    2. Mengadvokasi penyelesaian konflik agraria bersifat struktural dan kelembagaan.

    3. Membangun pendidikan politik dan ekonomi alternatif yang berbasis kerakyatan.

    Lutfi, perwakilan mahasiswa yang juga bertindak sebagai presedium sidang pembentukan SPEBA, menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat dalam perjuangan ini.

    “Kami mahasiswa merasa terhormat dipercaya ikut dalam proses ini. Ini adalah perjuangan nyata, perjuangan rakyat yang belum sepenuhnya merdeka. Insya Allah kami akan selalu berdiri di samping petani,” tegasnya.

    Sementara itu, Wiwin, petani perempuan dari Cigeulis menegaskan peran penting kaum wanita dalam pergerakan ini.

    “Kami para petani perempuan akan menjadi barisan terdepan perjuangan Reforma Agraria. Sudah puluhan tahun kami diperas dan dijajah oleh Perhutani, dipungut biaya tidak wajar dan diancam akan diusir jika tidak membayar. Kini, dengan hadirnya organisasi ini, kami merasa merdeka, meski perjuangan masih panjang,” ujarnya dengan semangat.

    SPEBA hadir sebagai wadah perjuangan rakyat yang bergerak dalam isu keadilan agraria, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat adat. Organisasi ini berfokus pada advokasi kebijakan publik, pendampingan masyarakat, serta penyelenggaraan pendidikan politik dan pemahaman hukum terkait isu agraria.**

    Banten Organisasi Petani Serikat Petani Banten
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Rendi Aditya GP Kembali Pimpin ESI Kabupaten Serang, Bidik Pertahankan Juara Umum Esport di Porpov 2026

    NEWS 25 Juli 2026

    Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa KKM 79 UNIBA Ajak Siswa SDN 1 Sukadaya Kenali Permainan Tradisional

    Perkuat Sinergi Pendidikan, KKM 19 Gelar Kunjungan Perdana dan Pengajuan Izin Mengajar di SDN Beberan 2

    Diduga Sarat Pelanggaran Prosedural, Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Curug Serang Dilaporkan ke Pengurus Nasional

    KKM  78Uniba Sumurbandung Gelar Kegiatan Calistung Rutin untuk Tingkatkan Kemampuan Dasar Anak

    Recent Post

    Korupsi Dana Porang Sidrap: Dana Rp26 Miliar Diduga Dinikmati Keluarga Pejabat

    27 Juli 2026

    Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Gelar Rangkaian Kegiatan di Desa Singamerta

    26 Juli 2026

    Kreativitas dari Tangan Terampil: Mengenal UMKM mainan mobil-mobilan Toktok Kerajinan Miniatur Kendaraan

    26 Juli 2026

    KKM  30 Uniba Gelar Anti Bullying Level Up, Wujudkan Sekolah Aman Melalui Edukasi Siswa dan Diskusi Bersama Guru

    25 Juli 2026

    KKM 19 UNIBA Berhasil Dampingi Pendaftaran NIB bagi Pelaku UMKM

    25 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.