BANTENCORNER.COM Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 19 Desa Beberan melaksanakan kegiatan sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Posko KKM 19 Desa Beberan tersebut diisi dengan praktik pembuatan produk minuman cendol bersama warga Desa Beberan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM 19 dalam mendorong kreativitas dan semangat kewirausahaan masyarakat. Mahasiswa bersama warga tidak hanya membahas konsep dasar kewirausahaan, tetapi juga melakukan praktik secara langsung dengan mengolah bahan menjadi produk minuman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM.
Sosialisasi UMKM dipilih sebagai salah satu kegiatan karena kewirausahaan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui produk yang dibuat dari bahan yang mudah diperoleh. Melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan praktis, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai proses pembuatan produk, pengembangan usaha, hingga peluang pemasaran.
Dalam kegiatan tersebut, minuman cendol dipilih sebagai produk yang diperkenalkan kepada masyarakat. Cendol merupakan minuman yang cukup dikenal oleh masyarakat dan dapat dikembangkan dengan berbagai inovasi. Bahan yang relatif mudah diperoleh serta proses pengolahan yang sederhana menjadikan cendol salah satu produk yang dapat dikembangkan sebagai ide usaha skala rumahan.
Kegiatan berlangsung di Posko KKM 19 Desa Beberan dengan suasana yang interaktif. Mahasiswa KKM 19 dan warga bekerja sama dalam mempersiapkan bahan serta perlengkapan yang dibutuhkan. Sebelum praktik dimulai, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai kewirausahaan dan pentingnya kreativitas dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Materi yang disampaikan mencakup beberapa aspek dasar dalam pengembangan produk UMKM. Mahasiswa menjelaskan pentingnya pemilihan bahan baku, kebersihan dalam proses produksi, kualitas produk, penyajian, pengemasan, serta kemampuan melihat kebutuhan konsumen.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan minuman cendol. Mahasiswa dan warga mengikuti setiap tahapan pembuatan secara bersama-sama. Warga juga diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan sehingga kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian teori.
Keterlibatan warga menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Warga dapat melihat secara langsung bagaimana bahan-bahan yang sederhana dapat diolah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Proses tersebut juga memberikan pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal apabila masyarakat ingin mengembangkan produk serupa sebagai usaha.
Selain proses pembuatan, mahasiswa KKM 19 turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk. Dalam usaha makanan dan minuman, kebersihan bahan, alat, tempat produksi, serta proses pengolahan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar produk dapat diterima oleh konsumen.
Aspek pengemasan juga menjadi bagian dari pembahasan. Produk yang memiliki rasa baik perlu didukung dengan kemasan yang menarik dan praktis. Kemasan dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketertarikan konsumen. Karena itu, masyarakat didorong untuk memperhatikan tampilan produk sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Warga mengikuti proses pembuatan cendol sambil berdiskusi dengan mahasiswa mengenai bahan, proses pengolahan, hingga kemungkinan pengembangan produk. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang santai, tetapi tetap memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 19 juga mengajak masyarakat untuk melihat peluang usaha dari lingkungan sekitar. Sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Masyarakat dapat memulai dari produk sederhana yang memiliki pasar, kemudian mengembangkan kualitas, kemasan, variasi produk, dan strategi pemasaran secara bertahap.
Minuman cendol yang dibuat dalam kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi. Misalnya dengan menciptakan variasi rasa, menyesuaikan ukuran kemasan, menggunakan kemasan yang lebih praktis, serta membuat identitas produk yang mudah dikenali. Pemasaran juga dapat dilakukan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan konsumen.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa KKM 19. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga, memahami potensi masyarakat, serta menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dan fasilitator, sedangkan masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam proses kegiatan. Pola kerja sama tersebut diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang tidak hanya selesai pada saat pelaksanaan, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan setelah program KKM berakhir.
Sosialisasi UMKM kewirausahaan melalui pembuatan minuman cendol ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan masyarakat Desa Beberan mengenai peluang kewirausahaan. Masyarakat diharapkan mampu melihat bahwa produk sederhana dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik, memiliki kualitas, dikemas secara menarik, dan dipasarkan dengan strategi yang sesuai.
Bagi KKM 19 Desa Beberan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dalam mendukung pengembangan kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Posko KKM 19 Desa Beberan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan warga untuk belajar, berdiskusi, dan bekerja sama dalam menciptakan sebuah produk.
Kegiatan pada 12 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian program KKM 19 Desa Beberan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan edukasi dan praktik seperti ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat memperoleh pengalaman baru yang bermanfaat dan memiliki keberanian untuk mengembangkan ide-ide usaha dari potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKM 19 dan masyarakat, kegiatan sosialisasi UMKM kewirausahaan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong tumbuhnya kreativitas dan semangat berwirausaha di Desa Beberan. Produk minuman cendol yang diperkenalkan bukan hanya menjadi hasil dari kegiatan praktik, tetapi juga menjadi contoh bahwa ide usaha dapat dimulai dari produk sederhana dan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar.
KKM 19 Desa Beberan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan warga, berbagai program KKM diharapkan dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Beberan.***








