BANTENCORNER.COM- Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Cabang Serang bersama Kepala Desa Tegal Maja, Bapak Muhammad Iksan, melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam rangka mendorong pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku pupuk organik ramah lingkungan pada Jum’at, 30 Oktober 2026. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara elemen mahasiswa dan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus mengembangkan potensi sumber daya alam yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Asda ll tersebut diterima oleh Asisten daerah ll, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Serang, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang. Dalam kesempatan itu, rombongan GMPK menyampaikan gagasan mengenai pentingnya pengelolaan eceng gondok secara produktif dan berkelanjutan, mengingat tanaman tersebut kerap menjadi persoalan di wilayah perairan apabila pertumbuhannya tidak terkendali.
Ketua GMPK, Agus Handoko, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan harus dilihat sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, eceng gondok yang selama ini sering dianggap sebagai tanaman pengganggu memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna, salah satunya melalui pengolahan menjadi pupuk organik.
Ia juga mendorong agar Pemerintah Kabupaten Serang dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap gagasan tersebut, sehingga pengelolaan eceng gondok tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat dikembangkan melalui program yang terencana dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Haikal Muzayyan Qudsi selaku Sekretaris Jenderal GMPK menekankan pentingnya membangun konsep pengelolaan yang terstruktur, mulai dari proses pengumpulan eceng gondok, pengolahan menjadi bahan organik, hingga pemanfaatannya sebagai pupuk bagi sektor pertanian.
Menurutnya, diperlukan kajian dan pendampingan teknis agar proses pengolahan eceng gondok dapat menghasilkan pupuk organik yang berkualitas dan aman digunakan. Selain itu, keterlibatan kelompok tani, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.
“Pemanfaatan eceng gondok bukan hanya tentang bagaimana mengurangi tanaman pengganggu di wilayah perairan, tetapi juga bagaimana mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang produktif. Kami berharap gagasan ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi, kajian, dan pendampingan yang melibatkan pemerintah serta masyarakat,” ungkap Haikal.
Di sisi lain, Bapak Muhammad Iksan selaku Kepala Desa Tegal Maja turut menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan gagasan tersebut. Sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan program pengolahan eceng gondok yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Keterlibatan pemerintah desa menjadi penting karena pelaksanaan program nantinya membutuhkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam proses pengumpulan bahan baku, pengolahan, serta pemanfaatan pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian.
GMPK memandang bahwa gagasan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Apabila dikembangkan secara serius, pengolahan eceng gondok berpotensi menjadi salah satu alternatif pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan.
Melalui audiensi tersebut, GMPK mendorong Pemerintah Kabupaten Serang agar dapat memberikan perhatian melalui dukungan kebijakan, fasilitasi, kajian teknis, serta pendampingan dalam pengembangan pengolahan eceng gondok menjadi pupuk organik.
GMPK juga menegaskan bahwa peran mahasiswa dan pelajar tidak hanya terbatas pada penyampaian kritik dan aspirasi, tetapi harus mampu menghadirkan gagasan serta solusi yang dapat dikolaborasikan bersama pemerintah dan masyarakat.
“Dari persoalan lingkungan, kita hadirkan peluang pemberdayaan. Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi,” jelasnya.
Melalui langkah ini, GMPK bersama Pemerintah Desa Tegal Maja berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.***








