Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Festival Santri Lebak 2026 Siap Digelar, Ketua GP Ansor Lebak: Ini adalah Lebaran Para Santri

    15 Oktober 2026

    Cegah Pinjol dan Judol, Fakultas Hukum Unpam Edukasi Siswa SMAN 1 Kragilan

    15 Oktober 2026

    Siap Hadapi Porprov VII 2026, KONI Kabupaten Serang Launching PelatKab Menuju Porprov VII 2026

    14 Oktober 2026

    BBPVP Serang Gandeng Ansor Kota Serang Gelar Pelatihan Digital Marketing

    14 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    Maslam Danur4 Maret 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Ilustrasi
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Bantencorner.com TANGERANG – Aksi yang dianggap sebagai premanisme jalanan oleh oknum penagih utang atau mata elang (matel) kembali terjadi di wilayah Tangerang Selatan. Seorang pengemudi bernama Arif menjadi korban intimidasi, pemaksaan, hingga dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum matel yang mengaku sebagai mitra leasing Astra Credit Companies (ACC) Cabang BSD.

    Kronologi Kejadian

    Peristiwa dimulai ketika Arif sedang beristirahat di luar kendaraannya. Ia kemudian ditemui oleh sejumlah pria yang menanyakan status kepemilikan kendaraan serta identitas pengemudi. Dalam pertemuan tersebut, oknum matel menyampaikan janji akan membantu pengurusan kendaraan melalui skema pelunasan khusus atau sistem Write-Off (WO).

    Namun, janji itu hanya menjadi modus untuk menggiring Arif ke kantor leasing. Setelah tiba di kantor ACC Cabang BSD, suasana berubah menjadi intimidatif. Saat proses pemaksaan menyerahkan kunci kendaraan berlangsung, salah satu oknum matel bernama Michael Percel yang tengah menganiaya Arif mengeluarkan ucapan, “Kamu Orang Banten yah, Kamu harus tau adab..”. Sementara itu, salah satu oknum lainnya mengarahkan handphone ke arah korban seolah-olah sedang merekam.

    Arif tidak hanya mengalami tekanan psikis, melainkan juga kekerasan fisik. “Saya dipaksa turun dari mobil dengan cara didorong dan ditarik berkali-kali. Setelah kunci mereka kuasai, saya ditinggalkan begitu saja di kantor leasing tersebut,” ujar Arif dalam keterangannya.

    Dua oknum matel yang diduga menjadi aktor utama dalam insiden ini telah diidentifikasi, yaitu Ahmadi dan Mateos Kudji alias Matius, pria asal Hane, Timor Tengah Selatan, NTT.

    Kecaman Keras KITA Provinsi Banten

    Menanggapi kejadian tersebut, Agus Suryaman, Ketua Bidang KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air) Provinsi Banten, mengeluarkan kecaman keras. Ia menilai tindakan eksekusi di jalanan yang disertai kekerasan merupakan bentuk pelanggaran hukum serius dan penghinaan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi.

    “Ini bukan lagi sekadar penagihan, ini murni tindakan premanisme dan penganiayaan! Kami mengecam keras cara-cara barbar yang dilakukan oleh Matius dan gerombolannya. Leasing tidak boleh cuci tangan dengan membiarkan mitra pihak ketiganya bertindak seolah-olah kebal hukum di wilayah Banten,” tegas Agus dengan nada tegas.

    Agus juga mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Tangerang Selatan, untuk segera bertindak tegas tanpa menunggu korban lebih banyak jatuh. “Kami tidak akan tinggal diam melihat warga diperlakukan seperti itu di tempat umum. Jika aparat tidak segera menertibkan oknum-oknum matel seperti Matius dan Ahmadi ini, maka jangan salahkan jika masyarakat ada perlawanan secara mandiri demi keamanan mereka, hal ini juga harus disertai edukasi karena kejadian seperti ini sudah lama terjadi,” tambahnya.

    Tindakan oknum matel tersebut diduga melanggar Pasal 479 (Pencurian dengan Kekerasan) dan Pasal 448 (Perbuatan Pemaksaan) dalam UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru), serta melanggar prosedur eksekusi jaminan fidusia sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi.

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Festival Santri Lebak 2026 Siap Digelar, Ketua GP Ansor Lebak: Ini adalah Lebaran Para Santri

    Budaya & Tradisi 15 Oktober 2026

    BBPVP Serang Gandeng Ansor Kota Serang Gelar Pelatihan Digital Marketing

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Cegah Pinjol dan Judol, Fakultas Hukum Unpam Edukasi Siswa SMAN 1 Kragilan

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    Recent Post

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    12 Oktober 2026

    Resmi Dilantik, PAC GP Ansor Padarincang Siap Perkuat Pengabdian

    10 Oktober 2026

    Ribuan Warga Tangsel Padati Jalan Santai Bulan Bakti Karang Taruna

    10 Oktober 2026

    SWOT Banten Gugat Transparansi Persyaratan Pendidikan Gibran, Serukan Gerakan Simbolik Pelepasan Foto

    10 Oktober 2026

    Haris Azhar Pertanyakan Rezim Hukum Satgas PKH: PT KEL Ditertibkan, Penambang Baru Muncul di Nabire

    9 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.