Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Karo Ekbang Puji PT ABM, Ismail: Kinerja Positif, Bisa Gandeng Perusahaan Besar PT. Daesang Food Indonesia

    4 November 2026

    Perketat Pengawasan dan Perbaikan Tata Kelola BUMD, Ismail: Kita Lakukan Monitoring dan Evaluasi

    4 November 2026

    Andra Soni Dorong Lahirnya Inventor Baru di Forum Bisnis Paten Indonesia 2026

    4 November 2026

    Gub Andra Ingin Ciptakan Iklim Usaha Kondusif Tanpa Pungli

    4 November 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    Maslam Danur1 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Keterangan foto : Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Jumat (1/5/2026)
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Bantencorner.com Jakarta – Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, memberikan tanggapan yang sangat tajam dan mendalam merespons curahan hati Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Menurutnya, terdapat kontradiksi yang sangat mencolok antara apa yang dituliskan di media sosial dengan perilaku nyata yang ditunjukkan selama ini.

    Mukhsin menilai sangat ironis ketika seseorang yang mengaku meneteskan air mata melihat penderitaan rakyat, namun di sisi lain justru menutup rapat pintu dialog dan kebenaran.

    “Saya membaca tulisan beliau, dan saya melihat ada pertentangan yang sangat besar. Di satu sisi beliau menangis, merasa sedih melihat anak-anak Papua, dan menuding ada oknum serakah di sekitar Pak Prabowo. Tapi di sisi lain, perilaku beliau sendiri justru menjadi tembok penghalang kebenaran,” ujar Mukhsin dengan tegas, Jumat (1/5/2026).

    Alergi Kritik dan Suka Memblokir

    Mukhsin menyoroti bahwa Nanik Deyang dikenal sangat tertutup. Beliau dinilai alergi terhadap pertanyaan kritis, tidak kooperatif, dan bahkan tidak segan-segan memblokir akun wartawan, aktivis, maupun siapa saja yang berani menanyakan detail atau mengkritik jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Ini yang tidak masuk akal. Kalau memang hati beliau sebersih yang dituliskan, kenapa harus takut ditanya? Kenapa harus memblokir wartawan yang sedang menjalankan tugas mencari kebenaran? Justru dengan memblokir dan menghindar, itu tandanya beliau tidak transparan dan seolah-olah ada yang ditutup-tutupi,” tegas Mukhsin.

    Ironi Tupoksi Komunikasi Publik

    Lebih jauh, Mukhsin menyoroti fakta bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Nanik Deyang adalah mengurusi bidang investigasi dan Komunikasi Publik. Namun sayangnya, apa yang ditampilkan di media sosial justru sangat bertolak belakang dengan etika pejabat publik.

    “Sungguh kontras sekali. Beliau memegang tanggung jawab di bidang komunikasi, namun pemilihan kata yang digunakan seringkali tidak pantas, bahkan cenderung kasar. Beliau juga kerap menuding tim internalnya sendiri di ruang publik,” ungkap Mukhsin.

    Lebih jauh, ia menilai penggunaan narasi penderitaan anak-anak Papua yang pingsan karena kelaparan sebagai bentuk propaganda yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin.

    “Mengangkat isu kemanusiaan itu mulia, tapi jika digunakan hanya untuk pencitraan semata sementara sikapnya tertutup, itu justru tidak mencerminkan individu yang berintegritas dan berhati baik,” tambahnya.

    Catatan Kelam Kasus Ratna Sarumpaet

    Tidak hanya soal MBG, Mukhsin juga mengingatkan publik akan rekam jejak yang pernah terjadi. Ia menyinggung kasus yang cukup menyita perhatian di masa lalu, yaitu ketika isu hoax mengenai Ratna Sarumpaet mencuat.

    “Saya masih ingat dengan jelas, bagaimana sikap beliau saat itu. Nanik bisa bertindak sangat keras dan tega terhadap rekan seperjuangannya sendiri. Beliau mengaku mendapat izin dari Ratna untuk menyebarkan foto korban, hingga akhirnya hal itu dibantah keras dan Ratna Sarumpaet menyebut beliau sebagai pembohong yang jahat,” papar Mukhsin.

    Menurutnya, karakter yang terbentuk dari kejadian tersebut memberikan gambaran bagaimana sosok itu memanajemen informasi dan memperlakukan orang lain, yang sayangnya hingga kini masih terlihat dalam gaya kepemimpinannya di BGN.

    Jangan Main Dua Wajah

    Mukhsin menegaskan bahwa rasa prihatin dan air mata saja tidak cukup. Sebagai pejabat tinggi, itu harus dibuktikan dengan tindakan nyata dan keterbukaan.

    “Mengeluh itu mudah, menangis itu mudah. Tapi yang sulit adalah berani membuka data, berani menindak oknum, dan berani menjawab pertanyaan publik. Jangan sampai keluhan tentang ‘wajah palsu’ itu justru datang dari orang yang sikapnya sendiri tertutup,” sambungnya.

    “Apakah sikap memblokir wartawan dan tidak kooperatif itu termasuk perilaku ‘bernurani’ atau justru bagian dari ‘wajah palsu’ yang beliau maksud sendiri? Jangan main dua wajah. Depan bilang sayang rakyat, tapi ke media dan pengawas malah ditutup rapat,” pungkas Mukhsin sinis namun tegas.

    Ia menuntut, jika memang ingin program ini sukses, maka jalannya satu: Buka diri, jawab pertanyaan, dan berhenti memblokir siapa pun yang ingin mengawasi.

    Matahukum Mukhsin Nasir
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Gandeng Merries, Alfamart Sahabat Posyandu Sasar 2.800 Penerima Manfaat

    NEWS 2 November 2026

    PKC PMII Banten Gelar SESPIM, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan

    GMPK Bersama Kepala Desa Tegal Maja Audiensi ke Pemerintah Kabupaten Serang, Dorong Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Pupuk Organik Ramah Lingkungan

    Itikad Baik Dipertanyakan, Konsumen Bintaro Plaza Residences Tunggu Kejelasan Refund

    Edukasi Ibadah Sejak Dini: KKM 78 UNIBA Dampingi Anak-Anak Praktik Wudhu dan Tayamum

    Recent Post

    Teken MoU, PT Daesang Food Indonesia Puji PT ABM, Faiqal: Kolaborasi ini Saling Melengkapi

    3 November 2026

    PT ABM Teken MoU dengan PT. Daesang Food Indonesia, Nilai Investasi Capai Miliaran

    3 November 2026

    17 Sertifikat Tanah Diklaim Hilang, Kuasa Hukum: BP Pernyataan Bertentangan Fakta

    2 November 2026

    Kejati Bidik Dugaan Korupsi PKBM di Pandeglang hingga Tangerang, Potensi Kerugian Capai Miliaran

    2 November 2026

    Gandeng Merries, Alfamart Sahabat Posyandu Sasar 2.800 Penerima Manfaat

    2 November 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.