Biografi Irna Narulita: Perjalanan Politik Mantan Bupati Pandeglang
Hj. Irna Narulita, S.E., M.M. merupakan salah satu tokoh politik perempuan dari Provinsi Banten yang dikenal melalui kiprahnya sebagai Bupati Pandeglang selama dua periode, yakni 2016 hingga 2025. Sebelum memimpin Kabupaten Pandeglang, ia lebih dahulu berkarier sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Perjalanan politiknya menunjukkan proses yang panjang, mulai dari aktivitas organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, legislatif, hingga akhirnya dipercaya memimpin salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Banten.
Irna Narulita lahir di Jakarta pada 23 Juli 1970. Latar belakang pendidikannya berada di bidang ekonomi dan manajemen. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Supra, Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Indonusa Esa Unggul yang diselesaikan pada tahun 2010. Bekal akademik tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan kariernya di bidang organisasi, politik, dan pemerintahan.
Dalam kehidupan pribadi, Irna merupakan istri Achmad Dimyati Natakusumah, tokoh politik nasional yang pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang, anggota DPR RI, dan Wakil Ketua MPR RI. Pasangan ini memiliki tiga orang anak. Keluarga Natakusumah dikenal sebagai salah satu keluarga yang memiliki pengaruh dalam dinamika politik di Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi Banten. Meski demikian, perjalanan politik Irna juga dibangun melalui aktivitas organisasi dan kiprah publik yang dijalaninya sendiri.
Sebelum aktif sebagai pejabat publik, Irna cukup lama berkecimpung dalam berbagai organisasi sosial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pandeglang pada periode 2001–2009. Dalam kurun waktu yang sama, ia juga aktif sebagai penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pandeglang serta terlibat dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Selain itu, ia pernah menjadi Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Ketua Yayasan Kanker Kabupaten Pandeglang, Ketua PMI Kabupaten Pandeglang, serta pembina di sejumlah organisasi sosial dan keagamaan. Aktivitas tersebut membuat namanya semakin dikenal di tengah masyarakat sebelum memasuki panggung politik nasional.
Karier politik Irna mulai mendapatkan perhatian ketika mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur Banten tahun 2012 sebagai calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Wahidin Halim. Pasangan tersebut belum berhasil memenangkan pemilihan. Meskipun demikian, pengalaman tersebut menjadi salah satu momentum penting yang memperluas jejaring politik dan meningkatkan popularitasnya di tingkat provinsi.
Pada Pemilu Legislatif, Irna berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I yang meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Di parlemen, ia menjalankan tugas sebagai legislator sekaligus terlibat dalam sejumlah pembahasan kebijakan, termasuk Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Percepatan Pembangunan Daerah Kepulauan. Masa tugasnya di DPR RI tidak diselesaikan hingga akhir periode karena ia memilih mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pandeglang tahun 2015.
Pemilihan Kepala Daerah 2015 menjadi titik penting dalam perjalanan politik Irna Narulita. Berpasangan dengan Tanto Warsono Arban sebagai calon wakil bupati, pasangan ini memenangkan pemilihan dan resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang pada 23 Maret 2016. Kemenangan tersebut menjadikan Irna sebagai perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Pandeglang.
Pada masa kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang menjalankan berbagai program pembangunan yang mencakup sektor infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan dan infrastruktur dasar, mengembangkan destinasi wisata seperti kawasan Tanjung Lesung dan sejumlah objek wisata alam lainnya, serta meningkatkan pelayanan administrasi pemerintahan berbasis digital. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah selama dua periode kepemimpinannya.
Pada Pilkada 2020, Irna kembali maju bersama Tanto Warsono Arban. Pasangan ini memperoleh suara terbanyak dan kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Kabupaten Pandeglang pada periode kedua. Pelantikan dilakukan pada April 2021 sebagai bagian dari pelaksanaan Pilkada Serentak Nasional. Kemenangan tersebut menunjukkan keberhasilan mempertahankan dukungan politik setelah lima tahun memimpin daerah.
Di sisi lain, masa kepemimpinan Irna juga tidak terlepas dari berbagai tantangan dan kritik. Beberapa kebijakan pemerintah daerah sempat menjadi perhatian publik, antara lain terkait perencanaan anggaran, pengelolaan aset daerah, hingga laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang memperoleh sorotan masyarakat. Selain itu, sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat pernah menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi mengenai beberapa kebijakan pemerintah daerah. Irna memberikan penjelasan terhadap isu-isu tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. Dinamika seperti ini merupakan bagian dari proses pemerintahan daerah yang berlangsung selama masa jabatannya.
Selama menjabat, Kabupaten Pandeglang juga menghadapi berbagai tantangan eksternal, termasuk bencana alam, pandemi Covid-19, serta kebutuhan percepatan pembangunan wilayah selatan Banten. Pemerintah daerah melakukan berbagai langkah penanganan sesuai kewenangan daerah, termasuk koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten dalam penanganan kesehatan masyarakat, pemulihan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.
Masa jabatan Irna Narulita sebagai Bupati Pandeglang berakhir pada Februari 2025 setelah menyelesaikan dua periode kepemimpinan. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, jabatan kepala daerah kemudian dilanjutkan oleh pejabat berikutnya hasil Pilkada. Dengan berakhirnya masa jabatan tersebut, Irna tercatat sebagai salah satu kepala daerah perempuan yang pernah memimpin Kabupaten Pandeglang selama hampir sembilan tahun.
Dalam perjalanan politiknya, Irna Narulita dikenal sebagai figur yang berangkat dari kombinasi aktivitas organisasi sosial, pengalaman legislatif, dan kepemimpinan di pemerintahan daerah. Rekam jejaknya memuat berbagai capaian pembangunan sekaligus menghadapi kritik serta evaluasi publik yang menjadi bagian dari proses demokrasi. Sebagai mantan Bupati Pandeglang, namanya tetap menjadi salah satu tokoh yang memiliki pengaruh dalam perkembangan politik dan pemerintahan di Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi Banten.








