BANTENCORNER.COM – Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, mengungkapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di TPAS Cilowong memiliki nilai investasi sebesar Rp5,7 triliun.
Investasi tersebut berasal dari Danantara, terpisah dari skema kerja sama pengelolaan sampah antara daerah.
“Dari pusat Danantara untuk PSEL. Di luar kerja sama, mereka pastinya untuk membuang sampah di Kota Serang tetap itu harus melalui kerja sama,” kata Muji, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan angka investasi itu merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN).
PSEL melibatkan tiga daerah, yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Namun, dari sisi kesiapan infrastruktur, hanya Kota Serang yang memenuhi seluruh syarat.
“Saya dapat informasi hari ini pun pak wali kota itu ada rapat zoom meeting mengenai PSN tersebut PSEL,” ujarnya.
Muji mengatakan TPAS Cilowong memiliki lahan sekitar 23 hektare yang saat ini sudah memenuhi syarat.
Pemkot Serang juga telah menganggarkan pembebasan lahan dalam APBD, dengan pendampingan dari Kejaksaan.
“Pokoknya ada sekitar 23 hektar lahan, itu sudah memenuhi syarat. Makanya ini sudah dianggarkan di APBD Kota Serang untuk pembebasan lahan tersebut dan melalui pendampingan daripada kejaksaan juga,” ucap Muji.
Ia menambahkan manfaat PSEL di Kota Serang bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp19 miliar per tahun.
“Kalau manfaatnya (masyarakat) di situ kan ada kompensasi, dan juga ada TKDN ke masyarakat sekitar yaitu untuk tempat peribadatan, bangunan, kemudian juga ada ambulans,” jelasnya.
Untuk PSEL membutuhkan 1.000 ton sampah per hari. Namun saat ini baru mencapai 600 ton sampah dengan rincian 400 ton dari Kota Serang dan 200 ton dari Kabupaten Serang.
“Bahkan ini kalau melihat daripada tonasi ini masih kurang, kemungkinan besar kita juga akan perlu kerja sama dengan daerah lain, seperti Cilegon untuk menutupi 1.000 ton ini,” pungkasnya. (ADV)








