Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Jalin Silaturahmi dan Kuatkan Kebersamaan, KKM UNIBA Kelompok 78 Sapa Warga Desa Sumurbandung

    4 Agustus 2026

    Kunjungan Perdana, Kapolres Lebak Arninsi Diterima Kajari Adi Rifani

    4 Agustus 2026

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    3 Agustus 2026

    KKM 45 Uniba Dorong Daya Saing UMKM Keripik Pisang melalui Pembaruan Kemasan, Penambahan Varian Rasa, dan Pemasangan Banner

    3 Agustus 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Syahrial Iqbal, Penyuluh Agama Kramatwatu yang Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat dari Akar Rumput

    Syahrial Iqbal, Penyuluh Agama Kramatwatu yang Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat dari Akar Rumput

    Sae20 Juni 20253 Mins Read ARTIKEL
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, sosok penyuluh agama perlahan mengambil peran yang lebih luas dari sekadar menyampaikan ceramah keagamaan. Mereka tidak hanya hadir di tengah umat untuk mengingatkan soal akhlak dan ibadah, tetapi juga mulai bergerak menyentuh sisi kehidupan yang lebih konkret yaitu ekonomi masyarakat. 

    Dengan pendekatan yang membumi dan kedekatan emosional dengan masyarakat, penyuluh agama muncul sebagai aktor perubahan sosial yang kuat, terutama di tingkat akar rumput.

    Hal itu seperti yang dilakukan Syahrial Iqbal yang tampil sebagai sosok penyuluh agama Islam Kecamatan Kramatwatu yang tidak hanya berceramah, tapi juga bertindak nyata. Berkat dedikasinya dalam menggerakkan zakat, menghidupkan wakaf produktif, dan mendampingi UMKM meraih sertifikasi halal, ia sukses meraih Juara 1 Penyuluh Agama Islam Award 2025 tingkat Kanwil Kemenag Banten untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

    Bagi Syahrial, dakwah bukan sekadar kata-kata tapi aksi nyata yang menjawab kebutuhan umat. Ia percaya bahwa ketahanan keluarga tak cukup dibangun di atas nilai spiritual, tapi juga harus ditopang dengan kekuatan ekonomi.

    “Kalau mau umat kuat, mulai dari keluarga. Dan kalau mau keluarga kokoh, ekonomi harus berdaya,” kata Syahrial Iqbal.

    Peran ini menjadi semakin penting di tengah ketimpangan ekonomi yang terasa usai pandemi. Banyak keluarga yang kehilangan sumber pendapatan, UMKM yang gulung tikar, dan komunitas lokal yang kesulitan bangkit. Dalam kondisi seperti ini, penyuluh agama hadir bukan hanya untuk memberikan ketenangan spiritual, tapi juga semangat kemandirian ekonomi. Mereka mendorong masyarakat agar tidak hanya bertahan secara iman, tetapi juga mampu bertahan secara finansial.

    Fenomena ini mulai tampak di berbagai daerah. Para penyuluh agama menginisiasi kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Mereka memfasilitasi pelatihan keterampilan, mendorong terbentuknya koperasi berbasis masjid, hingga menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan lembaga keuangan syariah atau instansi pemerintah. Yang dilakukan bukan sekadar program temporer, tetapi upaya panjang yang dibangun di atas nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kerja keras, dan tolong-menolong.

    Salah satu contoh yang menarik datang dari desa kecil di pinggiran kota, di mana sekelompok ibu-ibu pengajian diberdayakan oleh penyuluh agama untuk memproduksi makanan ringan dan minuman herbal. Dari kegiatan rutin pengajian, mereka beralih menambah aktivitas produktif yang menghasilkan pendapatan. Produk mereka kini dikemas lebih rapi, dipasarkan secara daring, dan mulai menarik minat pembeli dari luar daerah. Proses pendampingan ini tak hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga membangkitkan rasa percaya diri dan solidaritas sosial di kalangan ibu-ibu rumah tangga.

    Meski langkah ini menjanjikan, tantangan tetap ada. Penyuluh agama seringkali harus bekerja dengan sumber daya yang terbatas. Tidak semua dari mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan atau dukungan teknologi. Namun justru karena kedekatan mereka dengan masyarakat, penyuluh agama memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak pihak: mereka dipercaya, mereka didengarkan.

    Untuk memperkuat peran ini, dibutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi bisa terlibat lebih jauh dalam membangun kapasitas para penyuluh. Kolaborasi ini akan membuka jalan agar upaya ekonomi umat dari bawah bisa lebih terstruktur dan berkelanjutan. Bila digerakkan bersama, penyuluh agama bisa menjadi penghubung antara nilai dan aksi, antara dakwah dan kemandirian.

    Kini, kita menyaksikan wajah baru penyuluh agama. Mereka bukan hanya pembimbing spiritual, tetapi juga penggerak sosial dan ekonomi. Dari mimbar ke pasar, dari khutbah ke koperasi, dari ceramah ke UMKM, mereka hadir sebagai energi perubahan yang berakar pada iman dan bergerak menuju kemajuan.

    Penyuluh agama kini turut membangkitkan ekonomi umat lewat koperasi, UMKM, dan pemberdayaan komunitas dari akar rumput.***

    Ekonomi Umat Penyuluh Agama UMKM
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM 45 Uniba Dukung Transformasi Digital melalui Optimalisasi Administrasi, Pembuatan Format Surat dan Pembaruan Website

    KAMPUS 2 Agustus 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    DPRD Kota Serang Desak Pemeriksaan Legalitas Pabrik AMDK Tirta Al Bantani di Curug

    Mahasiswa Soroti Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Rp55,47 Miliar, Erick Ferdyan: Jangan Sampai APBD Menjadi Bancakan Segelintir Orang

    Recent Post

    Belajar Disiplin dengan Semangat: KKM 45 Uniba Selenggarakan Pelatihan PBB di SD Sukaratu

    3 Agustus 2026

    Kasus Gas Portable: Hakim Reduksi Pelanggaran Jadi Kesalahan Biasa ​

    3 Agustus 2026

    Khofifah dan Kapolda Jatim Tekankan: Perbedaan Bukan Alasan Berpecah

    3 Agustus 2026

    KKM 30 Universitas Bina Bangsa Edukasi Siswa SDN Domas 2 tentang Pentingnya Taat Rambu Lalu Lintas

    3 Agustus 2026

    Tingkatkan Kesadaran Pangan Aman, KKM 19 Uniba Gelar Edukasi BPOM dan Ketahanan Pangan di Desa Beberan

    3 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.