Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    KOMNAS Perempuan Siap Bersinergi dengan LMND untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

    11 Maret, 2026

    LMND UNIBA Gelar Dialog Publik dan Buka Bersama, Bahas Strategi Kampus Cegah Disorientasi Ideologi Mahasiswa

    10 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    10 Maret, 2026

    Pererat Ukhuwah di Ramadan, MWC NU Curug Gelar Nahdlatul Ulama Festival

    10 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»KAMPUS»Mahasiswa KKM 43 Universitas Bina Bangsa Sukseskan Program Pelestarian Batik Cikadu di Pandeglang
    KAMPUS

    Mahasiswa KKM 43 Universitas Bina Bangsa Sukseskan Program Pelestarian Batik Cikadu di Pandeglang

    By Rizki Mubarok21 Juli, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa telah berhasil menjalankan program pelestarian dan pengembangan Batik Cikadu di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Sabtu, 19 Juli 2025. Program ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya lokal dan memberdayakan masyarakat.

     

    Di tengah arus globalisasi dan gaya hidup modern, masyarakat Desa Tanjungjaya tetap menjaga warisan budaya mereka melalui Batik Cikadu, sebuah kain bermotif yang kaya akan makna dan nilai-nilai lokal. Batik Cikadu sendiri telah dikenal sejak tahun 2015 berkat inisiatif Ibu Sumyati, yang menggagas pelatihan membatik bagi masyarakat sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. Motif-motifnya, seperti badak bercula satu, lesung, daun nipah, dan ikan laut, merefleksikan kehidupan masyarakat pesisir yang lekat dengan alam dan Taman Nasional Ujung Kulon.

     

    Bapak Amsari, seorang perajin dan tokoh penggerak Batik Cikadu, menjelaskan filosofi di balik setiap motif.

     

    “Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa desa ini kaya budaya. Lewat batik, kami menyampaikan pesan tentang alam dan identitas kami,” ujarnya.

     

    Keunikan Batik Cikadu tidak hanya terletak pada motifnya, tetapi juga proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik cap dan tulis manual, menghasilkan warna-warna alami yang tenang dan khas. Hal ini menjadikan batik tersebut semakin diminati masyarakat, dari kalangan pelajar hingga pegawai negeri.

     

    Meskipun demikian, para perajin masih menghadapi tantangan dalam pemasaran dan digitalisasi, banyak yang masih bergantung pada penjualan konvensional. Melihat hal ini, mahasiswa KKM Kelompok 43 Universitas Bina Bangsa, bersama pendamping lokal, turun tangan memberikan pelatihan branding dan pemasaran digital. Tujuannya adalah agar produk Batik Cikadu mampu menembus pasar yang lebih luas.

     

    “Batik ini harus dikenal tidak hanya di Pandeglang, tapi juga secara nasional, bahkan internasional. Kami bantu mengenalkan melalui media digital,” ujar Leyla Ayu Azkiyah, salah satu mahasiswa KKM yang bertugas di Desa Cikadu.

     

    Dengan dukungan dari berbagai pihak dan promosi yang berkelanjutan, Batik Cikadu diharapkan mampu menjadi ikon budaya dan produk unggulan Kabupaten Pandeglang. Batik Cikadu bukan sekadar kain, melainkan simbol jati diri dan semangat masyarakat Panimbang dalam menjaga warisan leluhur mereka. Keberhasilan program KKM ini membuktikan peran penting mahasiswa dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.***

    KKM UNIBA
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kampus atau Ruang Aman? Mahasiswa Pertanyakan Kembalinya Dosen yang Pernah Terseret Kasus Pelecehan Verbal di UNIBA

    KAMPUS 07 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    SMU Soroti Kebijakan Biaya TOEFL-EPT di UNIBA, Dorong Kampus Turunkan Biaya demi Keadilan Akses Pendidikan

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    KOMNAS Perempuan Siap Bersinergi dengan LMND untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

    Recent Post

    PKBM Daguina Bantah Isu Siswa Fiktif, Dindikbud Kota Serang Ikut Beri Penegasan

    10 Maret, 2026

    Polres Kabupaten Serang Ungkap Kasus Pengerusakan di Pontang Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan

    10 Maret, 2026

    Dokumen Sah Ada, Tapi Kasus Lahan Serang Terjebak

    09 Maret, 2026

    Kasus Korupsi PTSL Tangerang: Jimmy Lie Akhirnya Tertangkap

    09 Maret, 2026

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    08 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.