BANTENCORNER.COM – Kelompok 68 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa berhasil melaksanakan salah satu program kerja (proker) mereka dengan memasang plang pembatas di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 09 Agustus 2025, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Bina Bangsa, Kelompok 68 adalah pemasangan pembatas di Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam rangka memperjelas batas wilayah administratif antar desa.
Sebagai kelompok KKM, kami bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan pemasangan Olang pembatas, yang merupakan tiang atau tanda yang menandai batas wilayah desa.
Pemasangan plang ini bertujuan untuk memperjelas batas wilayah antara Desa Bojong Pandan dengan desa-desa tetangga. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahpahaman terkait administrasi dan kepemilikan lahan di kemudian hari.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ita Rosita Wahyiah, M.Si., mengungkapkan bahwa plang tersebut merupakan salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh pihak desa.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam membantu desa. Dengan adanya plang ini, identitas desa menjadi lebih jelas dan terstruktur,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa dan beberapa warga. Mereka bahu-membahu membantu mahasiswa dalam proses pemasangan, mulai dari penggalian tiang hingga pemasangannya.
Kepala Desa Bojong Pandan Bapak Hulman, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari mahasiswa KKM Bina Bangsa. Plang ini sangat membantu dan menjadi penanda yang penting bagi desa kami. Semoga kerja sama yang baik ini bisa terus terjalin,” katanya.
Selain plang pembatas, Kelompok KKM 68 juga telah merancang beberapa proker lain yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemasangan plang ini menjadi langkah awal yang sukses dalam mewujudkan desa yang lebih terstruktur.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan melibatkan antusiasme warga yang turut serta dalam proses pemasangan. Mahasiswa berharap hasil dari kegiatan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
“Dengan adanya plang pembatas desa, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga batas wilayah desa dan meningkatkan keindahan desa. Kami juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya” ujar Tesa, selaku anggota bidang pemerintahan kelompok 68.***







