BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) kelompok 49 Desa Sobang, Banten menghadirkan inovasi berupa alat pengaduk bumbu kripik yang dirancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner, khususnya industri rumahan pengolahan makanan ringan.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM, di mana proses pencampuran bumbu pada keripik selama ini dilakukan secara manual. Metode manual ini dinilai kurang efisien, memakan waktu dan tenaga, serta seringkali menghasilkan kualitas produk yang tidak konsisten.
“Selama ini, proses pencampuran bumbu masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tenaga ekstra. Selain itu, hasilnya pun seringkali kurang merata,” ujar salah satu anggota tim KKM 49 Desa Sobang.
Alat pengaduk bumbu kripik ini dirancang dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan hemat biaya. Bentuknya menyerupai tabung dengan pengaduk di bagian dalam yang dapat digerakkan secara manual maupun dengan motor listrik sederhana. Desain ini memungkinkan keripik dan bumbu tercampur secara merata dalam waktu singkat tanpa merusak tekstur keripik.
Selain efisien, alat ini juga mudah dibersihkan dan aman digunakan. Desain ergonomisnya memungkinkan alat ini dioperasikan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, tanpa memerlukan keterampilan teknis khusus.
Kehadiran alat pengaduk bumbu ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelaku UMKM, seperti menghemat waktu dan tenaga dalam proses produksi, meningkatkan higienitas produk, menghasilkan bumbu yang tercampur merata, serta meningkatkan produktivitas yang berdampak positif pada potensi pendapatan.
Ibu Wastini, seorang pengusaha keripik di Desa Sobang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas inovasi ini.
“Biasanya saya butuh waktu lama untuk mencampur bumbu, dan hasilnya pun tidak selalu merata. Dengan alat ini, pekerjaan jadi lebih cepat dan hasilnya lebih baik. Saya sangat terbantu,” ungkapnya.

Mahasiswa KKM UNIBA kelompok 49 berharap agar alat pengaduk bumbu kripik ini dapat terus digunakan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi UMKM di Desa Sobang.
“Kami berharap inovasi sederhana ini dapat mendukung UMKM dalam meningkatkan daya saing produk mereka di pasaran,” pungkas salah satu anggota tim KKM.
Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa program KKM tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh UMKM.**







