Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    SMU Soroti Realisasi Janji Pengembalian Dana KIP Kuliah di UNIBA

    07 Maret, 2026

    Kampus atau Ruang Aman? Mahasiswa Pertanyakan Kembalinya Dosen yang Pernah Terseret Kasus Pelecehan Verbal di UNIBA

    07 Maret, 2026

    Indah Kiat Tangerang Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Jelang Lebaran

    07 Maret, 2026

    Pimpinan Komisi V DPRD Banten Rifky Hermiansyah Raih Ekbispar Award 2026 atas Program Pengembangan Wirausaha Pemuda

    06 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»PERSPEKTIF»Budaya & Tradisi»Zauzat Al Hind: Melestarikan Irama Sholawat, Menghidupkan Ruh Seni Islami di Banten
    Budaya & Tradisi

    Zauzat Al Hind: Melestarikan Irama Sholawat, Menghidupkan Ruh Seni Islami di Banten

    By Aikal Pratama27 Oktober, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Di tengah maraknya berbagai kesenian modern, Tim Marawis Zauzat Al Hind dari Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetap teguh melestarikan irama religi yang menyejukkan jiwa. Grup marawis ini dikenal bukan hanya karena kekompakan ritmenya, tetapi juga semangat keislaman yang mereka bawa dalam setiap ketukan rebana.

    Didirikan oleh para pemuda yang cinta pada seni Islami, Zauzat Al Hind hadir sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, mempererat silaturahmi, serta memperkuat syiar Islam melalui musik dan sholawat. Setiap penampilan mereka tak sekadar hiburan, tetapi juga ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Bagi mereka, marawis bukan sekadar tabuhan dan lantunan, melainkan bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah SAW. Semangat itu terlihat dari setiap wajah anggota yang tampil penuh penghayatan, membuat setiap nada terasa hidup dan bermakna.

    Kini, Zauzat Al Hind terus berkembang. Dari acara keagamaan hingga festival seni, mereka selalu tampil membawa suasana yang menggugah dan penuh spiritualitas. Dukungan masyarakat yang semakin besar membuat tim ini semakin percaya diri untuk terus melangkah, membawa harum nama Cikulur dan Kabupaten Lebak.

    Cita-cita mereka sederhana namun bermakna besar  menjadikan marawis sebagai kebanggaan daerah dan menghidupkan kembali semangat kesenian Islami di kalangan generasi muda. Mereka berharap, ke depan, event-event marawis di Provinsi Banten semakin ramai, lebih terorganisir, dan mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak.

    “Marawis itu bukan hanya seni, tapi juga ibadah. Lewat marawis, kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai sholawat dan menjadikan musik Islami bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Yusuf, salah satu anggota Zauzat Al Hind, dengan penuh semangat.

    Tak berhenti di situ, mereka juga bercita-cita bisa tampil di tingkat nasional, bahkan internasional, untuk memperkenalkan marawis ke dunia. Dengan latihan rutin, kekompakan tim, dan niat tulus berdakwah lewat seni, impian itu bukan hal yang mustahil.

    Setiap latihan menjadi momen kebersamaan. Mereka saling mengingatkan, berbagi ilmu, dan memperbaiki kekurangan agar bisa tampil lebih baik di kesempatan berikutnya. Suasana latihan mereka di Cikulur selalu hangat, penuh canda, namun tetap disiplin dan berfokus pada tujuan bersama.

    Selain sebagai kelompok seni, Zauzat Al Hind juga menjadi ruang bagi para pemuda untuk tumbuh dalam lingkungan positif. Mereka membuktikan bahwa kesenian Islami bukan hal kuno, justru relevan di tengah zaman yang serba digital dan modern.

    “Anak muda sekarang perlu wadah positif, dan marawis bisa jadi salah satu jalannya. Di sini kami belajar disiplin, kerja sama, dan tentu saja memperkuat iman,” tuturnya.

    Untuk diketahui, grup Zauzat Al Hind terdiri dari 11 orang anggota, yakni Aikal, Yusuf, Rizki, Fahmi, Apan, Doni, Najwar, Ziltan, Adit, Bian, dan Firman.

    Aikal, Yusuf, dan Rizki berperan sebagai pemain darbuka, Fahmi sebagai vokalis utama, Najwar sebagai pemain hajir, Bian sebagai pemain markis, sementara Ziltan, Adit, Firman, Apan, dan Doni memainkan alat koprak (kepak). Kombinasi peran ini membuat penampilan mereka selalu solid dan penuh harmoni.

    Zauzat Al Hind menjadi inspirasi bagi banyak komunitas marawis di Banten, terutama di wilayah pedesaan, bahwa seni Islam bisa menjadi alat dakwah yang menyenangkan. Dengan irama yang dinamis dan lirik yang menyentuh hati, mereka membawa pesan kedamaian dan cinta Rasulullah SAW ke setiap panggung yang mereka tapaki.

    Bagi Zauzat Al Hind, perjalanan ini masih panjang. Tapi satu hal yang pasti selama masih ada semangat, sholawat, dan cinta kepada Rasulullah, mereka akan terus menabuh rebana, menyebarkan kedamaian melalui irama, dan menyalakan cahaya marawis dari Cikulur, Lebak, untuk Banten dan Indonesia.

    Mereka juga berharap, semoga Pemerintah Provinsi Banten semakin membuka mata terhadap potensi besar kesenian Islami, seperti marawis, hadroh, dan qasidah. Karena di balik setiap tabuhan rebana, ada semangat dakwah, cinta budaya, dan kebersamaan yang mampu memperkuat jati diri masyarakat Banten sebagai daerah yang religius dan berbudaya.

    Banten marawis Pemerintah potensi seni islami
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    NEWS 05 Maret, 2026

    Kampus atau Ruang Aman? Mahasiswa Pertanyakan Kembalinya Dosen yang Pernah Terseret Kasus Pelecehan Verbal di UNIBA

    Pimpinan Komisi V DPRD Banten Rifky Hermiansyah Raih Ekbispar Award 2026 atas Program Pengembangan Wirausaha Pemuda

    Orang Tua Siswa SMK Arrasyadiyah di Kota Serang Keluhkan Beasiswa PIP Dipotong Rp1,5 Juta, Ini Kata Pihak Sekolah

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    Recent Post

    ASDP Indonesia Ferry Sambut Baik Mudik Gratis Angkutan Laut Kemenhub

    06 Maret, 2026

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    05 Maret, 2026

    Danrem 064 Maulana Yusuf: Karya Bakti di Lebak Turunkan Angka Kemiskinan

    05 Maret, 2026

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    04 Maret, 2026

    Kisah Septi : Dari Kelangitan di Kamboja di Kamboja Hingga Kebaikan Datang dari Demokrat Jabar

    04 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.