Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»BANTENPEDIA»Dari Banten ke Dunia: Sejarah Perdagangan Lada yang Mengangkat Banten
    BANTENPEDIA

    Dari Banten ke Dunia: Sejarah Perdagangan Lada yang Mengangkat Banten

    By Sae16 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Ilustrasi
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Banten mungkin lebih dikenal dengan wisata sejarah atau pantainya yang indah, tapi tahukah kamu kalau daerah ini dulu punya peran besar dalam perdagangan internasional? Yup, Banten pernah jadi salah satu pusat perdagangan paling strategis di Nusantara, terutama di era kejayaan lada.

    Lada, atau yang sering disebut “emas hitam,” nggak cuma jadi komoditas biasa, tapi juga menjadi kunci penting yang membawa Banten dikenal dunia.

    Bayangin deh, ratusan tahun lalu, pelabuhan Banten nggak pernah sepi. Kapal-kapal dagang dari berbagai negara seperti Tiongkok, Arab, India, hingga Eropa bersandar di sana. Mereka datang bukan cuma buat singgah, tapi untuk berburu lada berkualitas tinggi yang hanya bisa didapatkan di tanah Banten.

    Sejarah ini nggak cuma menarik, tapi juga menunjukkan betapa hebatnya peran Banten di masa lalu.

    Lada: Emas Hitam dari Banten

    Di masa kejayaannya, lada Banten menjadi salah satu komoditas paling dicari di dunia. Kalau sekarang lada mungkin cuma jadi pelengkap masakan, dulu rempah-rempah ini dianggap sangat berharga, bahkan setara dengan emas.

    Hal ini membuat banyak bangsa asing rela menempuh perjalanan jauh ke Nusantara untuk mendapatkannya.

    Banten memiliki tanah subur dan iklim tropis yang sangat cocok untuk budidaya lada. Karena itulah, lada dari Banten terkenal memiliki kualitas tinggi dan rasa yang khas.

    Selain itu, lokasinya yang strategis, yaitu di jalur perdagangan internasional, membuat lada dari Banten mudah didistribusikan ke berbagai penjuru dunia.

    Perdagangan Lada dan Kejayaan Banten

    Perdagangan lada inilah yang mengangkat nama Banten di mata dunia. Pada abad ke-16 hingga ke-17, pelabuhan Banten menjadi salah satu pelabuhan teramai di Asia Tenggara.

    Keberadaan lada membuat Banten menjadi magnet bagi para pedagang dari berbagai negara.

    Namun, kejayaan ini juga membawa tantangan. Ketika Belanda datang pada awal abad ke-17, mereka langsung melihat potensi besar Banten sebagai pusat perdagangan rempah.

    Sayangnya, kehadiran VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) tidak hanya membawa perdagangan, tapi juga konflik.

    Banten harus menghadapi tekanan politik dan ekonomi dari Belanda yang berusaha memonopoli perdagangan lada.

    Dari Kejayaan ke Kemunduran

    Meskipun sempat berjaya, perdagangan lada di Banten perlahan meredup. Tekanan dari VOC dan persaingan dengan daerah lain membuat peran Banten dalam perdagangan lada internasional semakin menurun.

    Apalagi, masuknya komoditas lain seperti gula dan kopi di pasar global mulai menggeser popularitas lada.

    Meski begitu, sejarah perdagangan lada tetap menjadi bagian penting dari identitas Banten. Jejak kejayaan ini masih bisa dilihat dari situs-situs sejarah seperti Pelabuhan Karangantu dan sisa-sisa benteng pertahanan di sekitar Banten Lama.

    Warisan yang Harus Dijaga

    Sejarah perdagangan lada di Banten bukan cuma cerita masa lalu. Ini adalah warisan budaya dan ekonomi yang mengingatkan kita akan peran besar Banten di peta perdagangan dunia.

    Di era modern, masyarakat Banten mulai menggali kembali potensi lada sebagai komoditas unggulan, meskipun skalanya nggak sebesar dulu.

    Buat kamu yang suka eksplorasi sejarah, mengunjungi Banten Lama bisa jadi pilihan seru. Selain menikmati wisata sejarah, kamu juga bisa melihat langsung bagaimana kejayaan lada pernah membawa Banten ke panggung dunia.

    Cari tahu bagaimana perdagangan lada menjadikan Banten pusat perdagangan dunia di abad ke-16. Sejarah unik yang penuh kejayaan dan tantangan.***

    Banten Lada Nusantara VOC
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Potensi 42.000 Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Gerakan Santripreneur Banten Masuk Agenda Nasional

    Recent Post

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    16 Februari, 2026

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.