Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Bawa Visi Baru, Pramuka Banten Akan Olah Sampah Jadi Pupuk

    07 April, 2026

    DPRD Serang Siap Kawal Iklim Usaha Kondusif untuk Investor

    02 April, 2026

    DPD GMPK Banten Apresiasi Kebijakan Pemerintah: Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Ketidakpastian Global

    01 April, 2026

    Pengangguran di Kota Serang Menurun, DPRD Dorong Langkah Lanjutan

    30 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Angklung Gubrag: Musik Tradisional Khas Banten yang Sarat Filosofi

    Angklung Gubrag: Musik Tradisional Khas Banten yang Sarat Filosofi

    Sae21 Januari, 20253 Mins Read ARTIKEL
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Bicara soal musik tradisional Indonesia, ada banyak banget warisan budaya yang bikin kita kagum. Salah satunya adalah angklung.

    Tapi, tahu nggak sih kalau di Banten ada jenis angklung yang beda dari angklung kebanyakan? Yup, namanya Angklung Gubrag! Bukan cuma unik, angklung ini juga penuh cerita dan filosofi yang bikin kita makin bangga sama budaya lokal.

    Sayangnya, kayak banyak tradisi lain, Angklung Gubrag ini sekarang mulai jarang terdengar. Padahal, di balik suaranya yang khas, ada sejarah panjang yang bisa bikin kita makin cinta sama Indonesia.

    Nah, biar tradisi ini tetap hidup, yuk kita bahas lebih dalam tentang angklung yang satu ini!

    Apa Itu Angklung Gubrag?

    Angklung Gubrag adalah alat musik tradisional asal Desa Cipining, Bogor, yang punya hubungan erat sama masyarakat Banten. Dibuat dari bambu, angklung ini menghasilkan suara khas yang dihasilkan dengan cara digoyang atau digubrag makanya namanya Angklung Gubrag.

    Bukan cuma sekadar alat musik, Angklung Gubrag juga jadi simbol doa dan harapan masyarakat pada masa lalu.

    Angklung ini pertama kali dibuat sekitar abad ke-17, lho. Menurut cerita turun-temurun, Angklung Gubrag awalnya digunakan sebagai alat pengiring upacara adat untuk meminta hujan.

    Waktu itu, masyarakat yang mayoritas petani percaya kalau suara Angklung Gubrag bisa memanggil roh penjaga alam supaya menurunkan hujan.

    Filosofi ini menunjukkan hubungan erat antara manusia, alam, dan spiritualitas.

    Keunikan Filosofi Angklung Gubrag

    Kalau dipikir-pikir, keren banget ya, gimana nenek moyang kita punya cara kreatif buat menunjukkan rasa syukur dan harapan lewat seni.

    Filosofi Angklung Gubrag ini nggak sekadar soal hujan, tapi juga tentang harmoni. Suara angklung yang harmonis melambangkan kerja sama dan kebersamaan dalam masyarakat.

    Selain itu, setiap bagian Angklung Gubrag punya makna tersendiri. Bambu yang dipilih dengan hati-hati menunjukkan penghormatan pada alam.

    Proses pembuatannya yang butuh kesabaran juga jadi pengingat bahwa segala sesuatu yang indah butuh waktu dan usaha. Jadi, main angklung ini bukan cuma soal musik, tapi juga soal nilai kehidupan.

    Bagaimana Kondisinya Sekarang?

    Meski punya sejarah panjang dan penuh makna, sayangnya Angklung Gubrag kini mulai jarang dimainkan. Banyak generasi muda yang mungkin nggak pernah dengar nama angklung ini, apalagi memainkannya.

    Padahal, kalau kita mau melestarikan tradisi ini, ada banyak cara seru yang bisa dilakukan.

    Misalnya, kenapa nggak coba bikin workshop Angklung Gubrag di sekolah-sekolah atau komunitas seni?

    Atau, kita bisa mulai memasukkan alat musik ini ke dalam festival budaya biar makin dikenal. Dengan sentuhan kreatif, tradisi ini bisa terus hidup di tengah modernisasi.

    Yuk, Lestarikan Angklung Gubrag!

    Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari Angklung Gubrag? Selain suaranya yang unik, angklung ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga harmoni dalam hidup, menghormati alam, dan menghargai tradisi.

    Sebagai generasi muda, kita punya tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya ini tetap hidup.

    Nggak perlu muluk-muluk, langkah kecil seperti belajar tentang angklung ini atau mengenalkan ke teman-teman udah jadi kontribusi besar. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bakal menjaga tradisi kaya makna seperti Angklung Gubrag ini?

    Mengenal Angklung Gubrag, alat musik tradisional khas Banten yang penuh filosofi tentang harmoni, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan alam.***

    Angklung Banten Indonesia

    Related Posts

    NEWS

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    15 Maret, 2026
    EKBIS

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    10 Maret, 2026
    NEWS

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Pengeroyokan Petugas Keamanan di Movenpick Carita, Satu Pelaku Diduga Anak Lurah Umbul Tanjung

    NEWS 27 Maret, 2026

    Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    DPD GMPK Banten Apresiasi Kebijakan Pemerintah: Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Ketidakpastian Global

    Recent Post

    Alun-Alun Kota Serang Siap Bertransformasi, DPRD Pastikan Pengawasan Optimal

    30 Maret, 2026

    Ketua DPRD Kota Serang Hadiri Retreat Nasional, Ini Manfaatnya

    28 Maret, 2026

    Proyek PSEL Kota Serang Mulai Bergerak, Pengawasan DPRD Diperketat

    27 Maret, 2026

    DPRD Serang Minta Pemkot Tata Pasar Jedogan Agar Lebih Tertib dan Nyaman

    27 Maret, 2026

    Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan

    27 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.