Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Program Asta Cita: 195 KDKMP Dibangun di Lebak

    21 Februari, 2026

    98 Resolution Network Tim 8 Bagikan 300 Sembako untuk Warga Cilegon Rayakan Ramadhan

    21 Februari, 2026

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial
    NEWS

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    By Sae21 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Banten punya sejarah panjang yang penuh warna, mulai dari masa kejayaan Kesultanan Banten hingga masa suram di bawah kolonialisme.

    Kalau dulu Banten dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang ramai, semuanya berubah drastis saat kekuatan kolonial datang dan mendominasi.

    Kehidupan sosial masyarakat Banten di masa itu jadi saksi bisu dari pergolakan yang nggak hanya mengubah tatanan politik, tapi juga memengaruhi cara hidup sehari-hari.

    Bayangkan hidup di Banten pada masa kolonial. Para pedagang yang dulunya bebas menjual rempah-rempah kini harus tunduk pada aturan kolonial yang ketat.

    Petani harus membayar pajak tinggi, sementara buruh bekerja keras di ladang dan pelabuhan dengan upah minim.

    Meski begitu, masyarakat Banten tetap punya cara untuk bertahan.Tradisi dan nilai-nilai budaya tetap dijaga, meski di bawah bayang-bayang kolonialisme.

    Perubahan Sosial dan Kehidupan Sehari-hari

    Saat Belanda mulai mencengkeram Banten melalui VOC pada abad ke-17, masyarakat mengalami perubahan besar. Sistem perdagangan yang dulunya bebas berubah menjadi monopoli.

    Rempah-rempah seperti lada, yang menjadi komoditas utama, tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh masyarakat lokal. Belanda memberlakukan kebijakan kerja paksa dan sistem pajak yang membebani rakyat.

    Dampaknya jelas terasa di kehidupan sehari-hari. Banyak petani kehilangan lahan karena tidak mampu membayar pajak. Sebagian besar dari mereka akhirnya menjadi buruh di ladang-ladang milik Belanda.

    Sementara itu, pedagang lokal kehilangan akses ke pasar internasional, karena semua perdagangan harus melalui VOC. Banten yang dulunya megah dan ramai mulai kehilangan gemerlapnya.

    Namun, masyarakat Banten punya daya juang yang luar biasa. Mereka tetap menjaga tradisi seperti upacara adat dan kesenian lokal sebagai bentuk perlawanan budaya.

    Tradisi ini menjadi cara mereka untuk mempertahankan identitas di tengah tekanan kolonial.

    Perlawanan Rakyat Banten

    Kehidupan di Banten pada masa kolonial juga diwarnai dengan berbagai bentuk perlawanan. Salah satu yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa pada abad ke-17.

    Meskipun akhirnya gagal, perlawanan ini menjadi simbol semangat rakyat Banten untuk melawan penjajahan.

    Selain itu, masyarakat biasa juga melakukan perlawanan kecil-kecilan, seperti sabotase kerja paksa dan penyelundupan rempah-rempah.

    Mereka mungkin tidak punya senjata modern, tapi keberanian dan kecerdikan mereka menjadi bukti bahwa semangat melawan penjajahan tetap hidup.

    Warisan Kolonial di Kehidupan Modern

    Masa kolonial memang menyisakan luka bagi Banten, tapi juga meninggalkan warisan yang membentuk identitas daerah ini hingga sekarang. Tradisi seperti debus, rampak bedug, dan upacara adat lainnya masih terus dijaga oleh masyarakat.

    Selain itu, semangat perlawanan rakyat Banten di masa kolonial menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga budaya dan melestarikan sejarah.

    Lewat tinjauan sosial ini, kita jadi tahu bahwa kehidupan masyarakat Banten pada masa kolonial nggak cuma soal penindasan, tapi juga tentang ketangguhan, perjuangan, dan usaha untuk mempertahankan jati diri.

    Cerita ini penting untuk diingat agar kita bisa belajar dari masa lalu dan menghargai perjuangan leluhur kita.

    Tinjauan sosial tentang kehidupan di Banten pada masa kolonial, dari perubahan sosial hingga perlawanan rakyat mempertahankan budaya dan identitas.***

    Banten VOC
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    Recent Post

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.